KUBAR – Sebanyak 129 warga Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengikuti Tutus Adat 2026 yang digelar di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (9/9/2026).
Empat materi adat diberikan kepada peserta dalam kegiatan ini. Materi tersebut meliputi Ritual Pekapaaq yang disampaikan Kepala Adat Kampung Dasaq, Pilo.
Kemudian Adat Jomit Burai yang disampaikan Guru Adat Pengewaraa, Rianto, serta Adat Periputn Peluluknq oleh Guru Adat dan Pamong Budaya, Emanuel.
Materi terakhir yakni Adat Besara yang disampaikan Kepala Adat Kampung Jengan Danum, Mingku.
Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kubar, Yurang, mengatakan peserta berasal dari kalangan internal maupun eksternal Presidium Dewan Adat.
Tingginya partisipasi tersebut, kata Yurang, menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mempelajari adat.
“Pelaksanaannya ada 129 peserta. Baik dari eksternal maupun dari internal Presidium Dewan Adat,” ujarnya.
Dijelaskannya, Tutus Adat kali ini menjadi upaya menghidupkan kembali kegiatan serupa yang pernah digelar PDA pada 1999. Namun, kegiatan tersebut tidak berlanjut setelah pelaksanaan saat itu.
“Ini pertama kali kita laksanakan kembali setelah kegiatan pada 1999,” ungkapnya.
Kata Yurang, pelaksanaan Tutus Adat tahun ini mendapat respons positif dari masyarakat. Peserta tidak hanya berasal dari kalangan adat, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mempelajari nilai dan tata kehidupan adat.
Ia berharap dukungan pemerintah dapat terus diberikan untuk keberlanjutan kegiatan Tutus Adat. Dengan begitu, kegiatan ini bisa digelar secara rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Harapan kita, pemerintah dapat mendukung kegiatan ini melalui mata anggaran yang khusus untuk masyarakat, sehingga peserta Tutus tidak terbebani,” katanya.
Bupati Kubar, Frederick Edwin mengatakan, Tutus Adat tidak sekadar kegiatan seremonial. Program ini dinilai penting untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mempersiapkan generasi penerus.
“Tutus Adat menjadi bagian dari pembelajaran dan pewarisan nilai-nilai adat,” terangnya.
Edwin berharap peserta memahami nilai kepemimpinan, tanggung jawab, kebersamaan, tata krama, serta penghormatan kepada tetua adat. Nilai-nilai itu menjadi pegangan peserta di tengah perkembangan zaman.
“Mari kita rawat adat, lestarikan budaya, perkuat persaudaraan, dan bersama-sama membangun Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata, dan Beradat,” paparnya.
Rangkaian Tutus Adat mencakup pembukaan, pembelajaran adat, pembinaan karakter dan kepemimpinan, hingga pengenalan nilai budaya serta kearifan lokal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi pemimpin adat di Kutai Barat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kubar Erik Victory, Asisten I Setdakab Kubar, Ketua Dewan Adat Kecamatan se-Kubar, serta perwakilan paguyuban, organisasi kesukuan, Tokoh masyarakat dan tokoh Adat. (RICARD)














