banner 325x300
banner 325x300
Kutai Barat

PDA Kubar Siapkan Generasi Penerus dan Pemimpin Adat Lewat Tutus Adat

×

PDA Kubar Siapkan Generasi Penerus dan Pemimpin Adat Lewat Tutus Adat

Sebarkan artikel ini

KUTAI BARAT – Presidium Dewan Adat (PDA) Kutai Barat akan melaksanakan Program Tutus Adat Kutai Barat 2026 sebagai upaya memperkuat pemahaman sekaligus keberlanjutan adat dan budaya Dayak di Kutai Barat.

Ketua Panitia Pelaksana Tutus Adat Kutai Barat 2026, Arkadius Elly, SH mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar seremonial. Tutus Adat menjadi ruang pembelajaran dan pewarisan pengetahuan adat kepada generasi berikutnya.

“Tutus Adat adalah proses pembelajaran. Kita ingin memastikan bahwa pengetahuan dan nilai-nilai adat tidak berhenti pada generasi sekarang, tetapi dapat dipahami dan diteruskan oleh generasi berikutnya,” ujar Arkadius pada Media haluan Indonesia di Barong Tongkok, Kamis (27/6/2026).

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai adat, kelembagaan adat, hukum adat, sejarah, budaya, serta berbagai aspek kehidupan masyarakat adat Dayak di Kutai Barat.

PDA Kutai Barat juga mendorong seluruh Kepala Adat di Kutai Barat setidaknya pernah mengikuti proses penengkapaaq dan Tutus Adat.

Arkadius mengatakan, seorang Kepala Adat tidak hanya menjalankan fungsi administratif atau kelembagaan. Mereka juga memiliki tanggung jawab moral dan adat dalam kehidupan masyarakat.

“PDA berharap seluruh Kepala Adat minimal pernah mengalami proses penengkapaaq dan mengikuti Tutus Adat. Ini bukan sekadar memenuhi sebuah tahapan, tetapi merupakan bagian dari proses mempersiapkan diri sebelum menjalankan tanggung jawab adat,” katanya.

Ia berharap proses tersebut dapat mendekatkan para pemangku adat dengan nilai-nilai luhur dan warisan leluhur sebagai landasan dalam menjalankan tugas.

“Harapan kita, dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Adat, mereka senantiasa mendapatkan perlindungan, tuntunan, dan kebijaksanaan dari para leluhur, sehingga keputusan-keputusan yang diambil dapat dilakukan dengan hati yang jernih, bijaksana, dan tetap berpijak pada nilai-nilai adat,” lanjutnya.

Arkadius menilai kepemimpinan adat membutuhkan pengetahuan, sikap, keteladanan, integritas, dan tanggung jawab. Sebab, tugas sebagai pemimpin adat merupakan amanah bagi masyarakat sekaligus bagian dari warisan leluhur.

Karena itu, Tutus Adat diharapkan menjadi salah satu tahapan untuk mempersiapkan calon pemimpin adat di masa mendatang, khususnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap adat dan budaya Dayak Kutai Barat.

“Pemimpin adat ke depan tidak cukup hanya mengetahui tata cara adat. Mereka harus memahami nilai, filosofi, sejarah, hukum adat, kelembagaan, serta mampu menjelaskan dan menerapkannya secara bijaksana dalam kehidupan masyarakat,” jelas Arkadius.

Program tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan antara generasi tua sebagai pemegang pengetahuan adat dengan generasi muda sebagai penerus.

Tutus Adat Kutai Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, pukul 09.00-16.00 Wita. Kegiatan ini terbuka bagi unsur lembaga adat dan masyarakat umum dengan kuota peserta terbatas.

Arkadius menegaskan pelestarian adat bukan hanya menjadi tanggung jawab para pemangku adat, tetapi juga seluruh masyarakat.

“Kalau kita ingin adat tetap hidup, maka pengetahuan adat harus diwariskan. Kalau kita ingin lembaga adat tetap kuat, maka kita harus menyiapkan generasi yang memahami dan mampu melanjutkan tanggung jawab adat,” tuturnya.

(RICARD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300