AdvertorialLampung Tengah

Rebut Kembali Kedekatan Anak dari Gadget, Plt. Bupati dan Plt. Bunda Literasi Lampung Tengah Buka Festival Kampung Dongeng

4
×

Rebut Kembali Kedekatan Anak dari Gadget, Plt. Bupati dan Plt. Bunda Literasi Lampung Tengah Buka Festival Kampung Dongeng

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TENGAH – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, bersama Plt. Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, secara resmi membuka Festival Kampung Dongeng Tahun 2026. Mengusung tema “Merajut Cerita, Menguatkan Keluarga”, acara ini berpusat di ikon daerah, Tugu Canang Gunung Sugih, pada Minggu (31/05/2026).

Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Lampung Tengah Dwi Evayati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nur Rohman, Plt. Kepala Bapenda Muhammad Arnez, Kabid PAUD dan PNF Dwi Sanjaya, perwakilan Dinas Perpustakaan, serta Pengurus Kampung Dongeng Lampung Tengah.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati I Komang Koheri memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan komunitas pendongeng yang telah menginisiasi gerakan ini. Menurutnya, festival ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan sebuah gerakan moral yang sangat krusial bagi masa depan daerah di tengah gempuran era digital.

“Dongeng bukan sekadar cerita sebelum tidur. Dongeng adalah media komunikasi jiwa antara orang tua dan anak. Di dalam dongeng ada sentuhan, ada tatap mata, ada tawa bersama, dan yang paling penting ada transfer nilai-nilai moral kehidupan,” ujar I Komang Koheri.

Ia juga mengingatkan fenomena digital hari ini yang kerap “mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat” akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Melalui dongeng, benang-benang cinta dalam keluarga dapat dirajut kembali untuk melahirkan fondasi keluarga yang kokoh, harmonis, dan tangguh sebagai modal utama membangun Lampung Tengah.

Senada dengan Plt. Bupati, Plt. Bunda Literasi Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, menekankan bahwa dongeng memiliki peran vital dalam membentuk karakter dan kemampuan literasi anak sejak usia dini. Lewat dongeng, anak-anak belajar mengenal kosakata, berimajinasi, dan memahami nilai baik-buruk.

“Kita sering berada di satu ruangan bersama anak, tetapi mata kita sibuk menatap layar gadget masing-masing. Melalui dongeng, mari kita rebut kembali kedekatan itu. Saat mendongeng, kita tidak hanya membagikan cerita, tetapi kita sedang merajut cinta,” tutur Ni Ketut Dewi Nadi.

Ia menambahkan bahwa keluarga adalah madrasah pertama, dan orang tua adalah guru pertamanya. Kedekatan emosional yang dibangun lewat budaya tutur ini akan membentengi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, serta tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif lingkungan luar.

Festival Kampung Dongeng 2026 ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang edukatif dan literatif. Melibatkan anak-anak, orang tua, hingga komunitas pendongeng, acara ini sukses menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kembali budaya membaca sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di Kabupaten Lampung Tengah. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300