Kutai Barat

Bung Karno Cup I di Kubar Resmi Ditutup, Edwin: Bung Karno Milik Seluruh Rakyat Indonesia

84
×

Bung Karno Cup I di Kubar Resmi Ditutup, Edwin: Bung Karno Milik Seluruh Rakyat Indonesia

Sebarkan artikel ini

KUBAR – Turnamen Bung Karno Cup I Tahun 2026 resmi ditutup di Lapangan Sepak Bola Rarakuta, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (6/6/2026). Ajang olahraga yang berlangsung sejak 9 Mei 2026 itu digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet sepak bola dan bola voli di Kutai Barat (Kubar).

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Barat, mengatakan penyelenggaraan Bung Karno Cup I bertujuan mengenang perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, sejak masa kemerdekaan hingga memimpin bangsa.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenang perjuangan Bung Karno yang telah menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Edwin.

Ia menegaskan Bung Karno bukan milik kelompok atau partai politik tertentu, melainkan tokoh bangsa yang menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

“Bung Karno bukan hanya milik satu atau dua partai politik, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia, bahkan dikenal dunia,” ujarnya.

Menurut Edwin, pelaksanaan turnamen olahraga pada Bulan Bung Karno merupakan tindak lanjut instruksi DPP PDI Perjuangan sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga. Melalui kompetisi tersebut, atlet-atlet lokal diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan serta berkompetisi secara sehat dan sportif.

“Kami ingin memberikan wadah bagi para atlet, khususnya sepak bola dan bola voli, untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta berkompetisi secara sehat dan sportif,” tuturnya.

Edwin berharap Bung Karno Cup dapat menjadi agenda tahunan dan kembali digelar pada 2027 dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap Bung Karno Cup II dapat kembali diselenggarakan pada tahun 2027 karena kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat serta menjadi sarana mempererat persatuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kutai Barat sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Kutai Barat, Ridwai, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Bung Karno Cup I. Menurutnya, turnamen tersebut mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk berolahraga sekaligus menjunjung tinggi sportivitas.

“Pada pertandingan final kami melihat para peserta menunjukkan kemampuan yang baik dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Ridwai berharap turnamen serupa dapat terus dilaksanakan dengan skala yang lebih besar mengingat tingginya antusiasme masyarakat, khususnya pada cabang olahraga sepak bola.

Pada cabang sepak bola putra, Rarakuta FC keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang piala bergilir, trofi, medali, serta uang pembinaan Rp40 juta. Posisi kedua diraih Bojas FC dengan hadiah Rp25 juta, sedangkan Most FC menempati peringkat ketiga dengan hadiah Rp20 juta.

Rarakuta FC juga mendominasi penghargaan individu. Geogerius Toti terpilih sebagai penjaga gawang terbaik, Sabda dinobatkan sebagai pemain terbaik, sementara Irsal menjadi pencetak gol terbanyak dengan delapan gol.

Di kategori sepak bola putri, Royoq Sport meraih gelar juara pertama, disusul Zenit FC sebagai runner-up dan Persimuja di posisi ketiga. Penghargaan individu juga didominasi Royoq Sport, dengan Delpi sebagai penjaga gawang terbaik, Melati pemain terbaik, dan Meriza sebagai top scorer dengan lima gol.

Sementara itu, pada cabang bola voli putra, Simpang Raya Putra berhasil meraih gelar juara pertama, disusul Raboni Muara Bunyut di posisi kedua dan Putra Jolokng di peringkat ketiga.

Untuk kategori bola voli putri, JVC Kemang keluar sebagai juara pertama, Sembuan Putri menempati posisi kedua, dan Menarung berada di peringkat ketiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300