KUBAR – Pelatih Taekwondo Kutai Barat (Kubar), Stivan M.P, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar, Alsiyus bersama jajaran pengurus ke pusat latihan Taekwondo Kubar di GOR Desnan, Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (26/5/2026).
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua KONI Kutai Barat bersama jajaran pengurus yang telah hadir langsung melihat latihan kami hari ini. Kehadiran beliau tentu menjadi penyemangat bagi kami, khususnya atlet-atlet Taekwondo Kubar yang sedang dipersiapkan menghadapi Porprov,” kata Stivan.
Ia mengatakan, arahan dan masukan yang diberikan Ketua KONI Kubar menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan menjelang pertandingan.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Kami yakin semangat para atlet semakin bertambah dengan hadirnya Ketua KONI bersama pengurus di tengah-tengah latihan,” ujarnya.
Terkait pembinaan atlet, Stivan menjelaskan saat ini Taekwondo Kubar memiliki enam ranting klub yang aktif.
“Di Barong Tongkok sendiri ada tiga ranting, yakni di GOR Desnan, SMP Simpang Raya, dan SD Ngenyan. Kemudian ada juga di Melak, Bentian, dan Kampung Benung. Jadi total ada enam ranting Taekwondo di Kutai Barat,” jelasnya.
Menurut Stivan, salah satu tantangan terbesar Taekwondo di Kubar adalah minimnya event pertandingan yang digelar dalam beberapa tahun terakhir.
“Taekwondo ini merupakan cabang olahraga bela diri yang rutin dipertandingkan secara nasional. Namun di Kutai Barat sendiri terakhir kali kami mengadakan event sekitar tahun 2008. Saat itu kami sempat menjadi juara umum, tetapi setelah itu sangat jarang ada kejuaraan,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya berharap KONI Kubar dapat membantu membuka peluang uji tanding bagi atlet-atlet Taekwondo Kubar, baik melalui event resmi maupun nonresmi di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami sangat membutuhkan uji tanding untuk meningkatkan jam terbang atlet. Kalau di Kalimantan Timur mungkin hanya ada satu atau dua event dalam setahun. Sementara di luar daerah, hampir setiap bulan ada kejuaraan yang bisa diikuti,” katanya.
Untuk menghadapi Porprov Kaltim 2026, Stivan menyebut Taekwondo Kubar telah mengikuti babak kualifikasi dengan menurunkan sembilan atlet dan seluruhnya dinyatakan lolos.
“Puji Tuhan semua atlet yang kami turunkan lolos BK. Kami nantinya akan mengikuti 11 nomor pertandingan, baik perorangan maupun regu,” ujarnya.
Meski belum memasang target detail perolehan medali, Stivan optimistis Taekwondo Kubar tetap mampu memberikan kontribusi prestasi di Porprov 2026 di Paser.
“Taekwondo ini olahraga yang sangat bergantung pada kesiapan atlet. Jadi kami belum bisa berbicara banyak soal target medali, tetapi kami akan memaksimalkan persiapan. Puji Tuhan selama ini Taekwondo selalu menyumbang medali untuk Kutai Barat,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini tim Taekwondo Kubar sedang memasuki tahap persiapan training center (TC). Namun beberapa atlet masih menjalani kuliah di Samarinda.
“Ada lima atlet kami yang sedang kuliah di Samarinda. Mudah-mudahan mendekati Porprov nanti mereka bisa bergabung penuh untuk pemantapan latihan,” jelasnya.
Selain fokus pada atlet Porprov, Taekwondo Kubar juga terus melakukan regenerasi dengan membina atlet usia dini.
“Taekwondo mempertandingkan kategori mulai usia pra-kadet, sekitar 5 sampai 7 tahun. Jadi pembinaan usia dini memang sangat penting. Kami bersyukur anak-anak di Kutai Barat cukup antusias mengikuti latihan bela diri,” ujarnya.
Stivan mengatakan saat ini Taekwondo Kubar memiliki pelatih bersertifikat daerah maupun nasional untuk mendukung pembinaan atlet usia dini.
“Melatih anak-anak memang membutuhkan kesabaran, tetapi kami melihat Kutai Barat punya potensi besar sebagai lumbung atlet bela diri. Kami berharap pembinaan usia dini ini bisa memberikan dampak positif, baik untuk fisik maupun mental anak-anak ke depan,” tutupnya.
(RICARD)













