KUBAR – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Barat (Kubar), Alsiyus bersama jajaran pengurus meninjau salah satu pusat latihan cabang olahraga biliar di Rumah Billiar 99, Jalan Aji Tulur Jejangkat I, Kelurahan Simpang Raya, Minggu (24/5/2026) sore.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kesiapan atlet Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) Kubar menjelang Porprov Kaltim 2026.
Ketua PB POBSI Kubar, Vinsent Candela mengatakan pihaknya menargetkan enam medali emas pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Untuk target kita sendiri saat ini menargetkan enam medali emas. Untuk mencapai target itu, kita melakukan beberapa pelatihan dan juga mengadakan turnamen di beberapa rumah biliar,” kata Vinsent.
Menurutnya, selama beberapa bulan terakhir POBSI Kubar cukup rutin menggelar turnamen sebagai bagian dari pembinaan atlet. Selain itu, atlet-atlet Kubar juga aktif mengikuti berbagai turnamen lokal maupun luar daerah untuk meningkatkan pengalaman bertanding.
Vinsent mengungkapkan, saat ini POBSI Kubar memiliki sekitar 30 atlet aktif. Namun, hanya sekitar 13 atlet yang dipersiapkan tampil di Porprov Kaltim 2026.
Meski optimistis, pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait fasilitas latihan dan alat tanding.
“Untuk saat ini kendala kita itu seperti meja biliar, terutama meja snoker. Kita belum punya meja snoker, padahal nomor snoker ini berpotensi menyumbang medali,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi tersebut juga menjadi perhatian PB POBSI. Karena itu, pihaknya berharap ada dukungan dari KONI maupun pemerintah daerah untuk membantu pemenuhan fasilitas latihan.
“Harapan kita KONI bisa mensupport peralatan stick biliar dan meja snoker supaya ke depan kita bisa bersaing sampai tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, pelatih biliar Kubar, Ardianus mengatakan pola latihan atlet akan lebih ditingkatkan, khususnya dalam pembentukan basic permainan dan mental bertanding.
“Minimal seminggu empat kali latihan. Venue latihan juga berganti-ganti, ada di 99, Amigos, dan mungkin nanti tempat biliar baru,” ujarnya.
Menurut Ardianus, mental menjadi faktor penting dalam olahraga biliar karena pemain dituntut mampu mengendalikan diri dan menjaga fokus selama pertandingan.
“Permainan biliar ini sebenarnya bukan melawan musuh, tapi melawan diri sendiri. Bagaimana kita mengelola mental dan fokus,” katanya.
Ia menambahkan peningkatan mental atlet dilakukan melalui sparing dan keikutsertaan dalam berbagai turnamen untuk menambah jam terbang.
“Melalui turnamen itu mental pemain bisa naik sendiri,” ucapnya.
Ardianus juga menyebut kebutuhan alat tanding seperti stick biliar masih perlu mendapat perhatian karena memiliki pengaruh besar terhadap kualitas permainan atlet.
Saat ini, tim pelatih POBSI Kubar berjumlah empat orang yang menangani nomor pool dan snoker. Dari hasil babak kualifikasi sebelumnya, sebanyak 13 atlet asli Kubar berhasil lolos untuk tampil di Porprov Kaltim 2026.












