Jambi

PalmCo Konsisten Tingkatkan Produktivitas Petani di Atas Standar Nasional

241
×

PalmCo Konsisten Tingkatkan Produktivitas Petani di Atas Standar Nasional

Sebarkan artikel ini

Jambi – Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produktivitas petani sawit mitra. PalmCo berhasil mendorong hasil panen petani hingga melampaui standar nasional.

Seluruh Koperasi Unit Desa (KUD) mitra binaan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) PalmCo mencatatkan produktivitas rata-rata Tanaman Menghasilkan (TM) tahun pertama sebesar 12,57 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare per tahun. Angka ini lebih tinggi 0,57 ton dibandingkan standar nasional yang ditetapkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, dalam keterangan tertulisnya pada Ahad (22/03) di Jakarta menyampaikan bahwa produktivitas kebun sawit petani binaan konsisten berada di atas standar nasional setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, dari lebih 10 ribu hektare areal PSR perusahaan, produktivitas TBS kebun sawit petani binaan kami selalu melampaui standar nasional,” ungkap Jatmiko.

Bahkan, beberapa KUD mencatatkan hasil lebih tinggi. KUD Makarti Jaya di Riau, misalnya, mampu mencapai 18 ton TBS per hektare per tahun pada TM 1, jauh di atas standar nasional yang hanya 12 ton.

Keberhasilan ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. Pada TM 2, 50% kebun sawit mitra PalmCo mencatatkan produktivitas hingga 21 ton per hektare, lebih tinggi dari standar nasional 15 ton. Sementara itu, untuk TM 3 hingga TM 5, produktivitasnya 100% di atas standar nasional.

Pola Single Management, Kunci Keberhasilan

Menurut Jatmiko, pencapaian ini tidak lepas dari penerapan pola Single Management, yaitu sistem pengelolaan kebun yang dilakukan sepenuhnya oleh perusahaan dengan standar terbaik.

“Pola ini mencakup penggunaan bibit bersertifikat, bimbingan teknis, pendampingan budidaya, hingga penerapan praktik pertanian yang meningkatkan nilai tambah bagi petani,” jelasnya.

PalmCo juga memberikan value added kepada petani plasma, seperti digitalisasi melalui pemetaan geospasial serta sertifikasi Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Sertifikasi ini meningkatkan daya saing produk petani di pasar global sekaligus memberikan nilai tambah berupa premium fee karena telah menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan.

Ketua KUD Makarti Jaya, Hadiyanto, mengakui bahwa pendampingan dari PalmCo berdampak nyata pada kesejahteraan petani.

“Melalui PalmCo, kami belajar praktik budidaya yang baik, benar, dan ramah lingkungan,” ujar Hadiyanto.

Dampak positifnya, hasil panen meningkat drastis, dan kesejahteraan petani ikut terangkat.

“Saat ini, setiap kavling (2 hektare) menghasilkan pendapatan Rp10-15 juta per bulan, ditambah Rp15 juta sebagai bonus menjelang Lebaran,” tambahnya.

Dorong Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin-angin, berharap koperasi yang telah sukses menerapkan Single Management dapat menjadi agen peremajaan sawit rakyat (PSR) bagi kelompok petani lainnya.

“Produktivitas sawit rakyat di Indonesia masih jauh di bawah standar industri. Kami berharap koperasi yang sudah berhasil dapat mengajak dan menjadi offtaker bagi petani lain yang masih mengalami kendala produktivitas,” kata Irwan.

“Dengan pola seperti ini, petani bisa mendorong petani lainnya. Mudah-mudahan ini mempercepat akselerasi PSR dan memperluas dampaknya,” tutupnya. (A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *