Pemalang- Desa Karangmoncol, Kecamatan Randudongkal, menggelar Kirab Budaya yang pertama kalinya pada Minggu (1/8/2024). Perayaan ini tidak hanya merayakan tradisi lokal, tetapi juga penuh dengan makna spiritual yang mendalam. Masyarakat desa berkumpul untuk melaksanakan ritual “Banyu Panguripan,” di mana air suci diambil dari lima mata air yang tersebar di lima dusun di Desa Karangmoncol. Air tersebut kemudian dibawa bersama tanah, sebagai simbol kesuburan dan kehidupan.
Kirab Budaya dimulai dengan prosesi gunungan hasil bumi yang dibawa keliling desa. Gunungan ini berisi berbagai hasil panen sebagai simbol kemakmuran dan kerja keras warga desa. Prosesi ini mencerminkan rasa syukur kepada alam atas rezeki yang melimpah dan menjadi wujud dari persatuan masyarakat. Tradisi ini juga berfungsi sebagai upaya untuk menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Kepala Desa Karangmoncol, Fahrul Rozi, menyampaikan bahwa kirab budaya ini baru pertama kali dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas anugerah yang telah diberikan kepada Desa Karangmoncol. “Kegiatan ini sekaligus merupakan doa bersama agar Desa Karangmoncol selalu diberkahi oleh Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan nguri-nguri budaya seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan budaya yang ada, khususnya budaya yang ada di Desa Karangmoncol. “Semoga tradisi ini terus berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kita,” tambahnya.
Perayaan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan leluhur.tris














