Pemalang – Pertandingan Liga Semingkir Open yang berlangsung di Lapangan Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Kamis (4/6/2026), diwarnai ketegangan usai laga antara Pegiringan Legend melawan Cleopatra FC.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Cleopatra FC berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1. Namun, suasana memanas setelah peluit panjang dibunyikan.
Protes muncul dari kubu Pegiringan Legend yang menilai sejumlah keputusan wasit selama pertandingan tidak konsisten dan merugikan tim mereka. Salah satu keputusan yang menjadi sorotan adalah pemberian hadiah penalti untuk Cleopatra FC yang dinilai kontroversial oleh pemain maupun pendukung Pegiringan Legend.
Ketegangan sempat terjadi ketika para pemain dan simpatisan Pegiringan Legend menyampaikan keberatan terhadap kepemimpinan wasit. Mereka meminta agar setiap pertandingan dipimpin secara profesional, adil, dan menjunjung tinggi sportivitas guna menghindari polemik yang dapat merugikan salah satu tim.
Ketua Pegiringan Legend, Iskandar atau yang akrab disapa Kondo, mengaku kecewa terhadap jalannya pertandingan. Menurutnya, beberapa keputusan wasit berdampak langsung terhadap hasil akhir laga.
“Kami menilai kepemimpinan wasit dalam pertandingan ini sangat merugikan tim kami. Kami berharap panitia dan pihak terkait melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Kondo juga meminta panitia penyelenggara untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit demi menjaga kepercayaan peserta dan suporter terhadap kompetisi.
“Bagaimana sepak bola di Pemalang bisa maju kalau wasit tidak berlaku adil?” tegasnya.
Beruntung, situasi yang sempat memanas tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar. Aparat TNI, kepolisian, serta panitia pelaksana bergerak cepat melakukan pengamanan sehingga suasana kembali kondusif.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara Liga Semingkir Open agar kompetisi ke depan dapat berlangsung lebih tertib, sportif, dan menjunjung tinggi prinsip fair play demi kemajuan sepak bola di tingkat desa.













