METRO, –Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Metro memperkuat upaya pencegahan stunting melalui Gerakan Bersama Pencegahan Stunting (GEBER HUNTING). Program ini tidak hanya mengedepankan edukasi keluarga, tetapi juga menyasar pemenuhan kebutuhan dasar keluarga berisiko stunting.
Melalui gerakan tersebut, Dinas P3AP2KB mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk membantu keluarga yang membutuhkan, mulai dari pemenuhan pangan, penyediaan fasilitas sanitasi, hingga akses air bersih.
Program GEBER HUNTING disosialisasikan melalui inovasi Sekolah Keluarga SAI BANGGA di Taman Merdeka Kota Metro, pada Minggu (01/11/2026).
Kepala Dinas P3AP2KB Kota Metro, Silfia Naharani, mengatakan GEBER HUNTING merupakan langkah konkret untuk memperkuat percepatan pencegahan dan penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
“Dalam upaya percepatan penurunan stunting, kami menghadirkan gerakan GEBER HUNTING yang dimulai hari ini melalui pemberian bantuan berupa sembako, penyediaan air bersih, dan fasilitas sanitasi bagi keluarga yang membutuhkan,” ujar Silfia.
Ia menjelaskan, pelaksanaan GEBER HUNTING terintegrasi dengan inovasi Sekolah Keluarga SAI BANGGA yang diluncurkan pada Juli 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 dan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Melalui SAI BANGGA, Dinas P3AP2KB memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola pengasuhan positif, pendampingan anak, serta pentingnya membangun lingkungan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Menurut Silfia, program tersebut memiliki tiga konsep utama, yakni bekerja berbasis data, melaksanakan kegiatan secara tematik, serta melibatkan seluruh unsur keluarga, mulai dari ayah, ibu, hingga anak.
Edukasi juga dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan pembinaan keluarga diintegrasikan melalui arisan, pertemuan warga, dan berbagai aktivitas sosial lainnya.
Selain itu, pendampingan kader diperkuat melalui pemanfaatan teknologi dan media digital. Website program menyediakan informasi, materi edukasi, serta survei kepuasan masyarakat sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan.
Dalam sosialisasi tersebut, disalurkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting berupa paket sembako untuk 11 balita, dua unit jamban dari LazisMu Kota Metro, satu unit penampungan air dari Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, serta satu unit sumur air bersih dari Kecamatan Metro Pusat.
Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.
Ia menyebut, Pemkot Metro telah mendorong gerakan gotong royong melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sejak 2024. Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan inovasi SAI BANGGA dan GEBER HUNTING.
Bambang berharap GEBER HUNTING dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mengoordinasikan dukungan berbagai pihak sekaligus memastikan keluarga berisiko stunting memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.
Melalui program tersebut, Dinas P3AP2KB Kota Metro berharap upaya pencegahan stunting semakin menyentuh tingkat keluarga, dengan memperkuat edukasi pengasuhan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.(Rahmat)
Dinas P3AP2KB Metro Padukan Edukasi Keluarga dan Bantuan Nyata Cegah Stunting













