banner 325x300
banner 325x300
Jawa TimurMalang

Spirit Kongres Kebudayaan Nusantara 2026: Perkuat Jati Diri Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

37
×

Spirit Kongres Kebudayaan Nusantara 2026: Perkuat Jati Diri Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

MALANG – Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 sukses digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026). Forum yang diinisiasi Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) ini menjadi ruang dialog lintas budaya untuk memperkuat pelestarian nilai-nilai luhur Nusantara sekaligus menggali akar jati diri bangsa.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 17.00 WIB itu dihadiri berbagai tokoh nasional, budayawan, akademisi, pemuka adat, serta perwakilan pemerintah.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua Umum Pusat HPK Dr. Ir. Hadi Prajoko, S.H., M.H., Sekretaris Jenderal HPK Agung Rizkhi Zaifudhin, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si., Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, M.Hum., serta KGPH Panembahan Agung Tedjowulan.

Turut hadir pula Forum Keluarga Besar Pejuang Tanah Air, budayawan lintas daerah, akademisi, seniman, tokoh spiritual, insan pers, dan para pemerhati kebudayaan dari berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Umum HPK, Hadi Prajoko, menegaskan bahwa budaya merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa.

“Budaya merupakan suluh dan portal peradaban dunia,” ujarnya.

Dalam kongres tersebut juga dilakukan penanaman simbolis Pohon Jampinang yang disebut sebagai Pohon Pancasila, sebagai lambang semangat menjaga nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
Forum Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 menekankan pentingnya membangun kesadaran budaya melalui tiga aspek utama, yaitu:

Kesadaran budaya yang mendayagunakan cipta, rasa, dan karsa sebagai jalan pengembangan diri.

Kesadaran mental yang bertumpu pada hati nurani sebagai sarana pengendalian diri.

Kesadaran spiritual yang mengedepankan kebijaksanaan dan penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kongres juga mengangkat semangat filosofi Jawa “Memayu Hayuning Pribadi, Memayu Hayuning Sesami, Memayu Hayuning Bawana”, yang dimaknai sebagai ajakan menjaga keharmonisan diri, sesama manusia, dan alam semesta.

Menurut penyelenggara, Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 merupakan kelanjutan dari semangat Kongres Kebudayaan tahun 1918 dan 1948, sekaligus menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia.

Sebelumnya, HPK juga telah menggelar Pra Kongres secara daring pada 2 Agustus 2026 dengan tema “Menggali Jejak-jejak Peradaban Kebudayaan Nusantara, Menemukan Akar Jati Diri Bangsa.”

Sebagai tindak lanjut, HPK akan menyelenggarakan rangkaian Kongres Kebudayaan di lima wilayah, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan puncaknya akan digelar di Pulau Bali.

Melalui forum tersebut, HPK berharap lahir berbagai rekomendasi yang dapat mendorong pemerintah dan masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, dengan tetap menjaga keberagaman, memperkuat jati diri bangsa, serta merawat ingatan kolektif sebagai warisan peradaban Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300