Kepri

Tokoh Pemuda Kasu: Wajar Warga Marah, Masyarakat Butuh Sentuhan Program Pemerintah

364
×

Tokoh Pemuda Kasu: Wajar Warga Marah, Masyarakat Butuh Sentuhan Program Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Batam – Pernyataan Gubernur LIRA Kepulauan Riau, Yusril Koto, yang menyebut aksi massa di kantor LIRA Kepri diduga digerakkan dan dibiayai pihak tertentu mendapat tanggapan dari tokoh pemuda Pulau Kasu, Muhammad Aidil Zulfa.

Aidil yang juga merupakan demisioner Ketua BEM FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) 2025 menilai pernyataan tersebut cenderung mengaburkan substansi tuntutan masyarakat yang sebelumnya mendatangi kantor LIRA Kepri.

“Kemarahan masyarakat Pulau Kasu itu nyata. Kehadiran warga ke kantor LIRA Kepri merupakan bagian dari hak demokrasi yang semestinya dipahami secara objektif. Yang perlu dilihat adalah substansi tuntutan masyarakat, bukan justru menuding adanya pihak yang menggerakkan aksi tersebut,” kata Aidil.

Menurutnya, tudingan bahwa aksi warga didanai atau ditunggangi pihak tertentu justru berpotensi memperkeruh suasana dan memicu ketegangan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Aidil menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan warga merupakan bentuk solidaritas masyarakat yang memahami pentingnya pembangunan di wilayah mereka. Ia menilai masyarakat Pulau Kasu selama ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah melalui berbagai program pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

“Pergerakan beberapa waktu lalu merupakan aksi solidaritas masyarakat yang memahami pentingnya pembangunan. Tidak mudah mendapatkan sentuhan program pemerintah di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran saat ini. Kami khawatir istilah atau konotasi negatif seperti ‘proyek siluman’ justru menghambat usulan pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Pulau Kasu membutuhkan pemerataan pembangunan agar tidak tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan. Selain itu, masyarakat juga siap mendukung setiap investasi yang masuk selama memberikan manfaat bagi daerah dan warga setempat.

Sebagai putra daerah Pulau Kasu, Aidil memastikan aksi yang dilakukan masyarakat merupakan gerakan murni yang lahir dari aspirasi warga.

“Saya pastikan aksi masyarakat beberapa waktu lalu murni berasal dari masyarakat Pulau Kasu. Tudingan bahwa aksi tersebut dibiayai pihak tertentu tidak menghilangkan substansi tuntutan yang disampaikan warga kepada LIRA Kepri,” tegasnya.

Aidil juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik sosial yang berkepanjangan.

“Kita harus bersama-sama menjaga Kota Batam tetap kondusif. Kondisi ekonomi yang masih menantang saat ini sangat rentan terhadap munculnya konflik. Karena itu, mari hindari penyebaran isu-isu yang dapat memicu perselisihan di tengah masyarakat,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Aidil mengimbau semua pihak untuk menjaga sikap dan mengedepankan penyelesaian masalah secara musyawarah.

“Saling menjaga sikap dan perbuatan sangat penting karena Kota Batam dihuni masyarakat yang beragam. Jika ada persoalan antara pihak-pihak tertentu, sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan duduk bersama. Jangan sampai persoalan tersebut berkembang dan menyeret masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300