KUBAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) resmi melaunching gedung filial Perum Bulog di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Senin, (18/05/2026). Kehadiran gudang filial itu diharapkan dapat menjaga stabilitas stok dan harga pangan di wilayah Kubar hingga Mahakam Ulu (Mahulu).
Turut hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kubar, H. Nanang Adriani, Wakapolres Kubar, Kompol Subairi, Kadis Ketapang Kubar, Rion, Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara, Musazdin Said, Danramil 0912-13/Barong Tongkok, Kapten Inf Lilik dan Ketua Presidium Dewan Adat, Yurang.
Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani, mengatakan keberadaan gudang filial Bulog akan memudahkan distribusi kebutuhan pokok dan membantu menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.
Ia menyebut, selama ini Pemkab Kubar bersama instansi terkait terus melakukan operasi pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Operasi pasar ini terus dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan dengan harga pangan di pasaran. Harapannya masyarakat bisa lebih terbantu,” ujarnya.
Nanang juga berharap keberadaan gudang filial Bulog dapat memperkuat ketahanan pangan daerah dan memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok tetap aman.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara, Musazdin Said, mengatakan gudang filial di Kubar akan membantu distribusi logistik pangan karena selama ini gudang induk Bulog berada di Samarinda.
Menurutnya, keberadaan gudang filial akan mempercepat distribusi pasokan beras dan kebutuhan pokok lainnya ke Kubar hingga Mahulu.
“Dengan adanya gudang filial ini sangat membantu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, khususnya beras,” katanya.
Musazdin mengungkapkan saat ini stok awal yang disiapkan mencapai 30 ton, terdiri dari beras SPHP, beras premium dan minyak goreng. Ke depan, jumlah stok akan terus ditambah sesuai kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Rion, mengatakan gerakan pangan murah yang digelar pemerintah daerah tahun ini telah berjalan sejak Januari 2026.
Program tersebut dilakukan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan sekaligus mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat.
“Tahun ini ditargetkan ada 63 kali gerakan pangan murah yang tersebar di 16 kecamatan. Kalau memungkinkan melalui perubahan anggaran, targetnya bisa mencapai 100 kali kegiatan,” katanya.
Rion menambahkan, saat ini pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan distribusi hingga ke wilayah pedalaman. Salah satunya dengan pengadaan truk mobil box untuk mendukung penyaluran bahan pangan ke kampung-kampung.
Menurutnya, Pemkab Kubar juga telah menghibahkan lahan sekitar 1,3 hektare untuk pembangunan gudang Bulog permanen di wilayah tersebut.
“Harapannya ke depan pelayanan distribusi pangan tidak hanya menjangkau ibu kota kecamatan, tapi sampai ke kampung-kampung,” pungkasnya.












