LAMPUNG TIMUR, — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Timur bersama berbagai komunitas menggelar kegiatan “Kolaborasi Harmoni Lampung Timur 2026” sebagai bentuk sinergi lintas elemen dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di Bumi Tuwah Bepadan, pada Kamis (30/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor BNNK Lampung Timur itu secara resmi dibuka oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, didampingi Kepala BNN Lampung Timur, Maman Permana.
Beragam kegiatan kreatif dan edukatif memeriahkan “Kolaborasi Harmoni Lampung Timur 2026”, mulai dari Hunting Story Onder Afdeling Sukadana, Fun Battle Manual Brew V60, dialog terbuka, kejuaraan ORADO, live mural, program “Warna-Warni BNN”, pojok baca, hingga peluncuran buku dan kopi khas Melinting.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Deklarasi Indonesia Bersinar sebagai simbol komitmen bersama dalam memerangi narkoba.
Bupati Ela Lampung Timur menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak dapat ditangani oleh satu lembaga semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Permasalahan narkoba ini bukan tugas satu lembaga. Kita semua harus terlibat, pemerintah, aparat, komunitas, dunia pendidikan, hingga keluarga,” ujarnya.
Ela juga menyoroti tingginya rasa ingin tahu generasi muda terhadap narkoba yang menjadi tantangan serius saat ini.
“Fenomena hari ini, anak muda, baik Generasi Z maupun milenial, semakin penasaran terhadap sesuatu yang dianggap memberi sensasi. Ini yang berbahaya. Karena itu, kampanye bahaya narkoba tidak boleh berhenti dan tidak bisa hanya dilakukan oleh BNN saja,” tegasnya.
Menurut Ela, faktor lingkungan pergaulan, hiburan malam, hingga paparan iklan dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Karena itu, pola kampanye dinilai harus mengikuti perkembangan zaman dan lebih dekat dengan kehidupan anak muda.
“Kampanye harus lebih kreatif, tidak hanya sosialisasi formal. Harus masuk ke media sosial, spanduk, komunitas, bahkan lewat kegiatan seperti ini. Yang kita sampaikan bukan hanya dampak sesaat, tetapi juga bahaya jangka panjang dari kecanduan narkoba,” katanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan aparat penegak hukum, kasus penyalahgunaan narkoba di Lampung Timur masih menjadi perhatian serius. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak terus bergandengan tangan dalam memerangi narkoba.
Sementara itu, Kepala BNN Lampung Timur, Maman Permana, menjelaskan bahwa kegiatan “Kolaborasi Harmoni” merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Antinarkotika Internasional (HANI).
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dengan komunitas, kami berharap pesan antinarkoba dapat lebih diterima, khususnya oleh generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis komunitas dan kreativitas dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan pencegahan narkoba dibandingkan metode konvensional semata.
“Kami tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga pencegahan melalui edukasi dan pelibatan masyarakat. Harapan kami, Lampung Timur benar-benar dapat mewujudkan Indonesia Bersinar, bersih dari narkoba,” pungkasnya.
Kegiatan “Kolaborasi Harmoni Lampung Timur 2026” berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat, menjadi bukti bahwa semangat melawan narkoba dapat tumbuh kuat melalui kebersamaan, kreativitas, dan kolaborasi lintas komunitas. (Rahmat)
Bupati Lampung Timur Ela Ajak Gen Z Perangi Narkoba












