KUBAR – Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) Kutai Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Selasa (17/03/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bukan hanya menyantap hidangan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ikatan di Kabupaten Kutai Barat.” Suasana kebersamaan tampak hangat dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga aparat penegak hukum.
Ketua DPP MI Kalimantan Timur, Rustam, mengapresiasi lahirnya Gerakan Bela Negara di Kutai Barat. Ia berharap organisasi ini dapat bersinergi dengan pemerintah melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, ke depan DPK GBN-MI Kutai Barat diharapkan mendapat dukungan pemerintah, mengingat banyak program yang akan dijalankan, seperti kegiatan sosial hingga pembinaan anak-anak yang dinilai rentan terhadap berbagai permasalahan.
“Untuk itu DPK Gerakan Bela Negara Kubar jangan hanya dimanfaatkan, tapi juga harus bisa benar-benar bermanfaat untuk warga, khususnya di Kutai Barat,” tegasnya.
Rustam juga mengungkapkan, saat ini DPK GBN-MI Kutai Barat telah membina sekitar 30 orang melalui program pendidikan dan pelatihan gratis, termasuk les bahasa Inggris.
Ia pun mengapresiasi momentum buka bersama yang sekaligus menghadirkan dialog langsung dengan Ketua Dewan Pimpinan Nasional GBN-MI, LAKSMA TNI (Purn) DR. H. M. Faisal Manaf, SE., MM., MCDO serta Kepala Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan RI, Brigjen Parluhutan Marpaung.
Sementara itu, Ketua DPK GBN-MI Kutai Barat, Rusmandiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya menyadari langkah awal organisasi adalah melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa GBN-MI merupakan organisasi yang harus bersinergi dan menjadi mitra pemerintah dalam mendorong berbagai program pembangunan.
“Harapan kami, masyarakat Kutai Barat dapat menerima kehadiran GBN-MI dan bersama-sama bersinergi dengan pemerintah,” ujarnya.
Wakil Bupati Kutai Barat, H. Nanang Adriani, menyambut baik kehadiran DPK GBN-MI di Kutai Barat. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dukungan, termasuk dorongan pembiayaan dalam batas kemampuan.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan perlu didorong untuk bersinergi dengan pemerintah, terlebih dalam konteks bela negara yang saat ini tidak lagi dimaknai sebagai perang, melainkan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan sumber daya manusia.
“Jadi dilatih agar SDM nya baik, pendidikan harus maju, dan pemuda harus memiliki ilmu pengetahuan yang bagus. Organisasi seperti ini menjadi jembatan sebagai mitra pemerintah, dan tentu kita mendukung,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Presidium Dewan Adat Kutai Barat, Polres Kutai Barat, Kodim 0912/Kutai Barat, Kejaksaan, Pengadilan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.












