TANJUNGPINANG — Jagat maya digemparkan dengan beredarnya sejumlah video muda-mudi yang berjoget layaknya sedang dugem di kawasan Tugu Sirih, Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 21.30 WIB. Aksi itu sontak menuai sorotan tajam dari warga dan netizen.
Dalam video yang viral di berbagai media sosial dan grup WhatsApp tersebut, seorang DJ bernama Alfiandi tampak memainkan musik house dari atas panggung. Alunan musik yang menghentak membuat para remaja larut dalam suasana layaknya pesta malam di klub hiburan.
Warganet ramai-ramai mengecam aksi tersebut. Mereka menilai kegiatan itu tidak pantas digelar, terlebih di tengah suasana duka nasional akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Barat, serta Sibolga Tapanuli Utara.
“Bangsa ini sedang berduka. Saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra terkena musibah, tapi di sini malah loncat-loncat seperti itu,” ujar Yanto (40), warga Tanjungpinang, Minggu (30/11/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut sangat melukai empati publik, apalagi dugaan yang beredar menyebut kegiatan tersebut bagian dari rangkaian International Art 2025, acara yang disebut-sebut diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.
Hal senada disampaikan Tina (54), pengunjung yang menyaksikan langsung suasana acara. Ia mengaku malu dan sedih kegiatan berskala besar yang menggunakan anggaran daerah justru tercoreng oleh aksi dugem terbuka.
“Acara sebagus itu jadi hancur karena musik house yang gunjrang-gunjreng. Harusnya ada kepekaan. Saudara kita di Aceh, Padang, Medan sedang menangis kehilangan keluarga dan rumah. Di sini malah seperti pesta dunia gemerlap,” keluhnya.
Tina juga meminta Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan DPRD Kepri selaku pengawas anggaran untuk mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sebesar itu harus tetap mengedepankan nilai empati dan etika publik.
“Jangan karena orang dekat, acara boleh dibuat semaunya. Di situ banyak anak muda menari dengan bebas, tidak pantas. Harusnya ada doa bersama, bukan malah ajang hore-hore,” tambahnya dengan kecewa.
Kegiatan tersebut diduga merupakan bagian dari event Kepri Art & Culture 2025, yang digelar oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau. Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya aksi dugem tersebut. (Red)






