Malut- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) selalu memandang permasalahan secara faktual dan objektif, termasuk dalam perkembangan program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis atau MBG yang saat ini menjadi atensi secara nasional.
Terdapat beberapa keluhan dan kasus seperti yang terjadi di luar wilayah Provinsi Maluku Utara mengenai MBG, seperti adanya kejadian keracunan, permasalahan internal dan teknis dapur SPPG, serta penyelesaian hak para karyawan yang sempat terkendala.
Oleh karena itu, untuk memaksimalkan skala manfaat yang diharapkan, perlu evaluasi berkala dan pengawasan ketat.
Mengingat program nasional ini sangatlah penting untuk diberikan suport dukungan dari semua pihak.
Kita ketahui MBG merupakan program nasional yang sangat penting dalam memperbaiki gizi yang buruk jika eksekusinya tepat.
Program MBG perlu dijalankan dengan pengawasan ketat oleh semua pihak, termasuk elemen kepemudaan dan masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan maksimal tanpa ada lagi riak permasalahan di tengah masyarakat.
Untuk itu para jajaran pimpinan dan pengurus serta para anggota GMNI Halut berkomitmen untuk mendukung penuh program nasional yang memiliki manfaat langsung kepada masyarakat dan berpihak kepada tujuan kesejahteraan.
Kedepannya, diharapkan program MBG tersebut dapat dirasakan secara rata oleh peserta didik, ibu hamil, menyusui, dan balita. Selain itu, juga dapat menjamak hingga ke wilayah terpecil di wilayah Provinsi Maluku Utara, termasuk juga Kabupaten Halmahera Utara dan daerah lain, mengingat karakter geografis wilayah yang memiliki banyak pulau kecil berpenduduk.
“Untuk itu mari berikan dukungan terhadap program MBG karena ini merupakan program nasional,” ungkap perwakilan jajaran pengurus GMNI Halut yang berpusat di Tobelo.













