Malut – Perusahaan tambang emas milik Haji Robert (Romo) Nitiyudo Wachjo, PT NHM, mengirimkan tiga perwakilannya dalam acara Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi yang digelar oleh Badan Geologi ESDM dan Balai Pemantauan Gunung Api serta Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (3/10) di Greenland Hotel Tobelo, Halmahera Utara.
Ketiga perwakilan NHM yang hadir adalah Iwan Sutan Panduko (OHS – ERT), Salim Ahmad (SP/KSUR), dan Aristo Elly (OHS – ERT). Mereka turut serta dalam diskusi yang melibatkan para ahli bencana geologi, termasuk Dr. Akhmad Solikhin, Dr. Ir. M. Ch. Supriyati Dwi Andreastuti, dan Hentje M.L. Hetharia, yang memaparkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana geologi, terutama di wilayah yang rawan seperti Halmahera Utara.
“Sosialisasi ini sangat penting karena membantu kita memahami kolaborasi pentahelix dan peran tanggung jawab sektor usaha dalam penanggulangan bencana,” kata Iwan Sutan Panduko, perwakilan NHM.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Daerah, TNI-Polri, akademisi, komunitas, hingga tokoh masyarakat. Dalam penutup acara, dihasilkan 10 poin rekomendasi terkait mitigasi bencana yang harus diterapkan di Kabupaten Halmahera Utara secara berkelanjutan. Beberapa di antaranya adalah penerapan upaya pengurangan risiko bencana pada setiap program pemerintah, serta integrasi mitigasi bencana dalam pendidikan formal dan non-formal di sekolah-sekolah.
“Kami membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana geologi dan meminimalisir kerugian serta korban jiwa,” ujar Juliana D.J. Rumambi, Kepala Balai Pemantauan Gunung Api & Mitigasi Bencana Sulawesi dan Maluku. (*)












