Yogyakarta

Oknum ASN Kapanewon Godean Kepergok Terlibat Kampanye, Mediasi Gagal Terlaksana

379
×

Oknum ASN Kapanewon Godean Kepergok Terlibat Kampanye, Mediasi Gagal Terlaksana

Sebarkan artikel ini

SLEMAN – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Wahyudi S, ST MM, tertangkap basah terlibat aktif dalam kampanye pasangan calon (paslon) bupati Sleman nomor urut 1, Kustini-Sukamto. Insiden tersebut terjadi pada Senin (7/10/2024) malam di Kopi Lampung, Sidokarto, Godean. Wahyudi, yang saat ini menjabat sebagai Panewu Anom Godean, terlibat perselisihan dengan Lurah Sidoluhur Godean, Hernawan Zudanto SE, yang berujung pada keributan.

Kejadian ini menarik perhatian tim pemenangan paslon nomor urut 2, Harda Kiswaya-Danang Maharsa. Ketua Tim Pemenangan, Kuswanto, menyampaikan harapannya agar masalah ini diselesaikan dengan dewasa dan damai.

“Kami hanya tidak ingin ribut dan berniat menyelesaikan persoalan ini dengan sikap dewasa secara damai,” ujarnya di depan forum mediasi yang digelar di Kantor Kapanewon Godean, Selasa (9/10/2024).

Pihak Kuswanto meminta pertemuan dengan Wahyudi, yang juga sebagai Pjs Lurah Sidokarto. Menanggapi hal tersebut, Kapanewon dan Polsek Godean mengatur pertemuan mediasi antara kedua belah pihak.

Namun, upaya mediasi ini gagal terlaksana karena Wahyudi tidak hadir dalam pertemuan yang telah dijadwalkan. Panewu Godean, Rohmiyanto, berjanji akan menjadwalkan ulang pertemuan untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

“Keduanya adalah bawahan saya, jadi saya akan memanggil mereka kembali,” tegasnya.

Sementara Panwas Kecamatan Godean Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas, Fitriani, menjelaskan kronologi penangkapan Wahyudi. Ia mengatakan kejadian ini terungkap saat terjadi keributan di sebuah pertemuan yang berlangsung di Kopi Lampung, Desa Sidokarto, Godean.

Menurut Fitriani, pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 75 orang tersebut awalnya tidak diketahui oleh pihak Panwas maupun Polsek karena tidak ada pemberitahuan resmi.

“Malam itu ada pertemuan di tempat makan Kopi Lampung. Pertemuan itu melibatkan anggota dewan bernama Arif Kurniawan, yang kami tahu memiliki afiliasi dengan salah satu paslon. Namun, pertemuan tersebut tidak memiliki izin, baik dari Polsek maupun pemberitahuan ke Panwas,” jelas Fitriani.

Panwas baru mendapat informasi tentang pertemuan itu setelah terjadinya keributan yang melibatkan Lurah Sidoluhur, Hernawan Zudanto SE, yang melabrak Panewu Anom Godean, Wahyudi, karena merasa gerah dengan kehadiran Wahyudi di acara tersebut.

“Pak Lurah Sidoluhur sudah lama merasa terganggu dengan keterlibatan Wahyudi di berbagai acara kampanye paslon nomer urut 1. Saat itu, Wahyudi yang juga Pjs Lurah Sidokarto hadir di acara tersebut, sehingga terjadi konfrontasi antara mereka,” jelas Fitriani.

Ketika Panwas tiba di lokasi, situasi sudah mulai mereda, dan Hernawan sudah tidak ada di tempat. “Kami hanya bertemu dengan Wahyudi, kemudian kami menanyakan kenapa tidak ada pemberitahuan resmi dan mengapa Wahyudi, sebagai ASN, hadir di acara tersebut,” kata Fitriani.

Tak lama setelah itu, tim kampanye pasangan Harda Kiswaya-Danang Maharsa (HK), datang ke lokasi dan meminta diadakan pertemuan mediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Mereka merasa bahwa Panewu Anom tidak netral, padahal jabatannya penting di kecamatan. Mereka ingin pertemuan untuk meminta pertanggungjawaban,” ujar Fitriani.

Fitriani mengungkapkan mediasi yang direncanakan Selasa 8 Oktober 2024, bukanlah inisiatif dari Panwas, melainkan permintaan dari tim pemenangan HK. Namun, pertemuan tersebut gagal terlaksana karena Wahyudi tidak hadir.

Fitriani, menyampaikan bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke Bawaslu Kabupaten Sleman untuk penanganan lebih lanjut. (Jatmo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300