Gunungsitoli – Nuansa kemerdekaan di Desa Tuhegeo II kecamatan Gunungsitoli Idanoi kota Gunungsitoli sangat terasa dengan berbagai kegiatan lomba yang melibatkan warga desa menyambut hari ulang tahun ke-79 kemerdekaan Indonesia.
Pasalnya, Pemerintah Desa Tuhegeo II melalui Panitia HUT dengan mengadakan beberapa lomba yakni perlombaan Catur, Perlombaan Volly Putra dan Putri serta Lomba Tarik Tambang, Lari Goni, Mancing botol, makan kerupuk dan Lomba Dance Balon dan hiburan menarik lainnya.
Dibalik kemeriahan itu, warga setempat merasa belum merdeka terkait akses jalan di wilayah tersebut dan telah lama dibiarkan tak teraspal dan nyaris tanpa solusi. Padahal, banyak wakil rakyat yang berasal dari daerah itu.
Usut punya usut, bahkan jalan itu tidak pernah tersentuh aspal sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Masyarakat setempat menganggap DPRD maupun Pemerintah Kota hanya cuek dan seolah tutup mata.
“Kami sebagai warga setempat menjadi saksi bisu dari kondisi ini. Hal ini disampaikan Sekertaris Karang Taruna Desa Tuhegeo II, Yamoni Laoli kepada wartawan. Jumat (16/07/2024).
Dikatakannya, akibat situasi itu dampak negatif terhadap kondisi jalan yang buruk ini dan merasa tidak adil kalau pembangunan hanya di kota, sementara di pelosok semakin terpinggirkan.
“Saat musim hujan, warga setempat dan anak sekolah harus berjalan kaki di jalan berlumpur setiap harinya saat menuju sekolah dan aktivitas lainnya, “ungkapnya.
Keluhan warga semakin bertambah ketika mereka menyampaikan bahwa selama ini, upaya mereka untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah tidak membuahkan hasil.
Mereka hanya bisa berharap kepada Walikota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli untuk memberikan perhatian dan perbaikan di daerah mereka. Namun, harapan warga tersebut terkadang dipayungi oleh kekhawatiran akan politisasi masalah pembangunan infrastruktur.
“Hanya persoalan kepentingan politik sehingga jalan kami tak pernah dilirik oleh mantan Wali Kota Gunungsitoli pada tahun lalu. Pasalnya, pernah dijanji oleh pemerintah untuk dibangun namun hingga saat ini masih belum ada tindakan, “jelas Yamoni. (B4142160 H14)














