banner 728x250

Polres Halmahera Utara Berhasil Amankan Senjata Api Yang Dibawah Masuk Pelaku Dari Filipina

Ridho R
banner 120x600

Malut- Polres Halmahera utara (Halut), Maluku Utara kembali menggelar Press Release.

Kaitan Pengungkapan kasus tindak pidana membawa, memiliki, menguasai Senjata Api (Senpi) tanpa ijin yang Sah Sebagimana laporan Polisi tertangkap tangan Nomor : LP – A / 05/V/ 2024/Pmu/Res halut /Spkt tanggal 12 Mei 2024.

Press Release tersebut di Pimpin langsung oleh Kapolres Halmahera Utara, AKBP MOH.ZULFIKAR.ISKANDAR.SIK yang juga di hadiri Waka Polres Kompol Andreas Adi Febrianto, SIK, Kasat Reskrim Iptu M Toha Alhadar, M.si dan sejumlah pejabat lainnya dan Rekan Media Press Halut pada hari rabu 12 juni 2024 (sore).

Pengungkapan kasus tindak pidana kepemilikan senjata api tanpa ijin yang sah ini berawal informasi adanya penyelundupan senjata api dari Negara Filipina ke Indonesia melalui perairan Halmahera Utara, Maluku Utara.

Dengan adanya informasi tersebut, kemudian Kapolres Halmahera utara memerintahkan Wakapolres Kompol Andreas Adi Febrianto, SIK untuk membentuk tim gabungan dan selanjutnya Tim gabungan yang dipimpin wakapolres langsung melakukan Penyelidikan dan berhasil mengungkap para pelaku pemasok penyelundup serta pembeli.

Kemudian dari hasil penyelidikan kurang dari 24 jam, Penyidik Sat Reskrim memperoleh alat bukti yang cukup serta menunjukan keterlibatan para terduga dengan perkara di maksud dan pada hari (Senin 13 mei 2024) anggota Sat Reskrim telah mengamankan para tersangka dan barang bukti.

Adapun peran masing-masing Pelaku terkait dengan penyelundupan Senjata Api dari Filipina ke Indonesia Pelaku RS Sebagai Pemilik Kapal Pamboat, Pemodal yang membeli Senjata Api di Filipina, dan menjual Senjata Api ke Pelaku YS Sebagai Orang yang menerima, memesan, membeli Senjata Api. selanjutnya Pelaku SB berperan Sebagai ABK atau Jurumudi Kapal Pamboat dan Juru Bahasa, pelaku VM Sebagai ABK atau dan untuk Pelaku SB Sebagai Juru Bahasa di Filipina.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Moh Zulfikar Iskandar, Sik menyampaikan Modus Operandi (MO) Pelaku RS mendapatkan senjata api dengan cara menjual Burung jenis Nuri dan Kaka Tua di Filipina dari hasil penyelidikan Burung yang di jual 100 ekor.

Kemudian setelah sampai di Filipina Mereka Menjual Burung tersebut dan selama 2 Minggu berada di sana mereka bertemu seseorang dengan inisial R dari hasil jual beli burung kemudian para terduga pelaku RS membeli senjata api sebanyak 3 Pucuk masing masing 2 Pucuk M16 Dan 1 Pucuk Shotgun Setelah Itu Mereka kembali ke Indonesia tepat di Kabupaten Halmahera Utara dengan menggunakan Pambot menempuh jarak selama 48 jam .

Adapun dari pada pelaku ini, Mereka Mempunyai peran masing-masing yakni saudara pelaku RS sebagai Pemilik Pambot dan Sebagai Pembeli senjata api sementara saudara SB dan Saudara FM Sebagai Juru bahasa dan juru Mudi Pambot dan ada juga saudari Sebagai Pemesan.

Jadi dari hasil informasi dan pengembangan kurang lebih dari 24 jam tim gabungan dibawah pimpinan Waka polres Halut Kompol Andreas Adi Febrianto S.I.K terdiri dari Satreskrim Polres Halut, Jatanras Polda Maluku Utara,Intel Polda Malut, dan Intel Mob Satbrimob Polda Maluku Utara pada tanggal 12 Mei 2024 saat itu tim gabungan berhasil mengamankan 2 Pucuk M16 dan 1 Pucuk Senjata Api Jenis Shotgun.

Kemudian Kapolres Halut memerintahkan kasus ini untuk dikembangkan dan dari keterangan salah satu pelaku bahwa ada 1 Pucuk senjata Api jenis M16 Yang di Simpan di salah satu rumah di Kecamatan Tobelo selanjutnya di amankan, setelah itu Selama 2 Minggu dilakukan lagi pengembangan tim gabungan mendapatkan informasi ada 1 Pucuk senjata api jenis M16 ada di Kabupaten Pulau Morotai, Kemudian di amankan oleh Intel Mob Sat Brimob Polda Maluku Utara.

Sementara yang sudah diamankan Saat ini Pelaku Sebanyak 4 orang dan Barang Bukti 4 Pucuk Senjata Api jenis M16, Satu (1) Pucuk senjata api Shotgun, 106 Butir Amunisi kaliber 5,56, delapan buah Megazen 3 buah handphone ,satu buah buku tabungan Bank BNI atas nama YS dan satu unit kapal Pambot.

Lanjutkan Kapolres bahwa untuk senjata Api yang saat ini diamankan dari para pelaku belum di ketahui Pasti mau di jual atau di bawa kemana belum di ketahui pasti karena itu saat ini masih dalam pengembangan.

Kasat Reskrim Polres Halut Iptu M Toha Alhadar,Msi Menyampaikan Kejahatan Para Pelaku Penyidik Sangkakan Telah Melanggar Pasal 1 Ayat (1) dan atau Pasal 2 Ayat (2) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah “Ordonnantie Tidelike Byzondre Stafbepalingen” (stbl. 1948 NO 17) dan UU RI dahulu Nr 8 tahun 1948 dan Jo Pasal 55 KUHPidana, kepada para Pelaku yang terlibat dan yang mengetahui tentang tindak pidana tersebut Dengan Unsur Pasal 1 Ayat (1) dan atau Pasal 2 Ayat (2) UU.Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah
Ordonnantie Tijdelike Byzondre Stafbepalingen” (stbl. 1948 NO 17) dan UU RI dahul Nr 8 tahun 1948 yakni (1) Barang siapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan. menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak. “Dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini.” Dengan Unsur Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPIdana yakni Barang Siapa yang melakukan, turut melakukan dan turut serta melakukan. Ancaman Hukuman Hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kapolres Juga Menyampaikan dengan adanya Kegiatan Press Conference diselenggarakan untuk dijadikan edukasi dan pertimbangan Masyarakat maupun Pemerintah dalam rangka mengambil langkah upaya kebijakan selanjutnya mengantisipasi maraknya kejahatan yang terjadi untuk kepentingan Harkamtibmas di Wilkum Polres Halmahera Utara.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *