Mantan Bupati Tapanuli Tengah di Laporkan Ke Polres oleh Demakson Tampubolon

Tak Berkategori33 Dilihat

TAPTENG – Kepada sejumlah wartawan yang hadir di Halaman Mapolres Tapanuli Tengah, Demakson Tampubolon menceritakan tentang apa yang dialaminya di warung nasi milik boru Hutabarat di Kelurahan Sibuluan Kecamatan Sarudik, Minggu (24/12/2023).

Menurut keterangan Demakson Tampubolon, saat dirinya hendak makan di warung nasi boru Huta Barat, dan sebelum sempat makan, dirinya di hampiri oleh sejumlah pria berbadan besar yang menurutnya mengenderai 5 unit mobil, dan disalah satu mobil tersebut ada yang bersitiker lambang Partai Nasdem.

Selanjutnya Demakson Tampubolon mengatakan, “ada sekitar 5 Unit mobil yang parkir berjajar di sepanjang jalan itu, dan terlihat mantan Bupati Tapanuli Tengah yang berinisial BAS datang menghampiri saya kedalam warung dan langsung berkata “ayo kita main sok jago kau Demakson” ucapnya berkali-kali ke saya,” paparnya.

“Karena sudah berkali-kali di ucapkannya maka saya jawab dengan kalimat “main apa”, yang langsung di jawannya lagi “ayo kita main dan jangan sok jagoan kau”, dan saya jawab lagi dengan ucapan “ayo kita main, tapi harus ku buat siaran langsung ya”, ungkap Demakson Tampubolon.

“Namun sayang, beliau ternyata hanya berani menggertak saja, begitu kamera sudah mengarah ke beliau, e beliau dan rombongan pergi dari warung dan masuk ke dalam mobil meninggalkan saya,” papar Demakson.

Dan saat wartawan mencecar Demakson Tampubolon untuk menjelaskan siapa sebenarnya yang di sebut beliau, Demakson Tampubolon dengan tegas menjawab, “Beliau yang saya maksud adalah Bakhtiar Ahmad Sibarani yang mantan Bupati Tapteng,” sebutnya.

Mengakhiri keterangnya Demakson Tampubolon menyebutkan, “dan terkait pemberitaan kawan-kawan media, yang mengatakan jika Beliau menasehati saya, jelas saya katakan jika hal itu tidak benar, memang siapa dia koq sombong mau menasehati saya, apa dia lupa jika dia itu bukan Bupati lagi di Tapteng, dari segi usia juga saya lebih tua dari beliau itu, dan saya bukanlah teroris atau penjahat, dan terkait masalah yang saya hadapi saat ini, dengan tegas saya adalah korban dari delapan unit mobil saya yang di gelapkan. Dan kehadiran saya malam ini di Polres Tapanuli Tengah adalah untuk membuat laporan terkait apa yang sudah saya alami,” pungkasnya. (FP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *