Rakernas ARMADA, Ambil Sikap Ikhtiar sebagai Stabilizer Sebelum Pemilu dan Kondisi Sosial Paska Pemilu

Tak Berkategori26 Dilihat

Jakarta – Aliansi Rakyat Mahasiswa Anak Daerah (ARMADA) bersama KPU RI, BAWASLU RI, TPN Ganjar-Mahfud, TKN Prabowo-Gibran, TIMNAS AMIN, dan Sekjen PB PMII melangsungkan Deklarasi Pemilu Damai dengan tema Gembira Membangun Demokrasi Indonesia.

Konteks pesta demokrasi hari ini sudah mulai hangat menuju Pemilu 2024. Sebagai mahasiswa Armada mempunyai peran untuk stabilizer kondisi sosial pasca pemilu 2024.

Aris Tama mengatakan bahwa Armada harus menjadi garda terdepan pembangunan demokrasi yang jujur dan adil sehingga kondusifitas bisa terjaga.

“Dengan semakin menguatnya permainan elit politik dalam konteks demokrasi diperlukan sebuah komitmen bersama untuk menjaga stabilitas pemilu yang jujur dan adil serta damai”. Ujar Aris Tama, Ketua Umum Armada

Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Burhanuddin, mengatakan bahwa Penyelenggara pemilu terkhsus Bawaslu dalam momentum tahapan pemilu yang saat ini sudah mulai masa kampanye sedang melakukan pengawasan kampanye terhadap setiap kontestan pemilu 2024.

Hal ini untuk menghindari timbulnya pelanggaran dan kecurangan di masa kampanye guna menjaga pemilu yang jujur dan adil.

“Dalam tahapan kampanye saat ini, Bawaslu sedang bergerak untuk mengawasi setiap kontestan atau peserta pemilu untuk menjaga pemilu yang adil dan jujur “. Ujar Burhanuddin, Anggota Bawaslu DKI Jakarta

Najmi M. Rabbany, Jubir TIMNAS Amin mengatakan, Pemilu 2024 menjadi sebuah ajang membangun gagasan dan melakukan perubahan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

“Kemajuan Indonesia kedepan diperlukan sebuah perubahan dan diteruskannyalah hal yang sudah baik sebagaimana yang dikatakan oleh Hadrotussyeikh” Ujar Najmi M. Rabbany, Jubir TIMNAS Amin

Sementara itu, Fauzan Irvan, Ketua TKD Pemilih Mahasiswa dan Anak Muda Prabowo-Gibran mengatakan, Anak muda hari ini mempunyai peran yang sangat penting dalam katalisator kemajuan bangsa kedepan.

“Katalisator kemajuan bangsa kedepan ditentukan oleh anak muda, terlebih kalangan produktif juga anak muda jadi kita perlu berperan dalam membangun kemajuan Indonesia”. Ujar Fauzan Irvan, Ketua TKD Pemilih Mahasiswa dan Anak Muda Prabowo-Gibran

Eropa telah menjadi bukti bahwa bangsa-bangsa besars telah moveon dari proses sistem pemerintahan monarki yang dirasa tidak membuat kemajuan setiap negaranya.

Indonesia juga demikian, jikalau ingin maju negaranya maka demokrasinya perlu baik. Demokrasi yang baik demokrasi yang dibangun dengan rasionalitas, ide, gagasan dan saling menghargai.

“Pembangunan demokrasi Indonesia yang baik perlu di bangun dengan rasionalitas gagasan, ide dan saling menghargai.Hal itu yang akan membuat demokrasi kita menjadi baik”. Ujar Muhammad Rafsanjani, Sekretaris Jenderal PB PMII

Selain itu, kualitas negara kita akan menjadi lebih baik dengan baiknya demokrasi.

Dengan itu, mari sama-sama membangun demokrasi yang rasional dan saling menghargai agar terciptanya pemilu yang damai, jujur, adil dan gembira. (Beben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *