Pembangunan Tiga Lokal Gedung di SMKN 1 Gunung Pelindung Tak Berdayakan Warga Setempat

Lampung Timur449 Dilihat

Lampung Timur – Proyek Pembangunan Tiga Lokal Gedung di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Gunung Pelindung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung timur, terkesan ada main hingga menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, Rabu (6/9/23).

Pada tahun 2023 ini sekolah kejuruan tersebut mendapat perhatian khusus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung berupa alokasi pembangunan tiga unit Lokal gedung sekaligus.

Berdasarkan Papan plang informasi proyek, Ketiga unit lokal gedung dimaksud yakni Pembangunan Ruang Laboratorium kimia, ruang laboratorium bahasa dan ruang bimbingan konseling (BK) Yang di kerjakan oleh PT. WUNGU SEJAHTERA WIJAYA dengan nilai kontrak Rp. 1.272.142.000, yang bersumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023 dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender yang dimulai dari 12 Juli hingga 08 November 2023.

Namun sangat disayangkan Proyek yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah ini tidak memberdayakan tenaga kerja atau tukang dari warga setempat.

” Yang kami sayangkan kenapa tidak ada satu pun warga sini yang boleh ikut kerja di situ.” ujar salah satu warga setempat yang minta namanya di rahasiakan.

Dengan tidak memberdayakan warga setempat hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan di masyarakat.
“Tentunya hal ini membuat kami bertanya-tanya mas, ada apa dengan proyek itu.” Ungkap warga tersebut.

Saat ditemui di lokasi proyek, Heri selaku kepala tukang mengatakan bahwa semua yang kerja ada 11 orang dan sudah bekrja selama sebulan.

“Kami dari Lampung Selatan, semua ada sebelas orang mas, sudah bekerja sebulan kami bekerja disini,” kata Heri, Rabu (6/9/23).

Menurut Heri semua yang di kerjakan sudah sesuai gambar di RAB, dan semua atas perintah bos nya yang bernama Sandi.
“Yang nyuruh kami kerja ya Pak Sandi, ini semua sudah sesuai gambar kok mas,” ucapnya.

“Pemborong nya ya Pak sandi, kami berkerja dengan upah harian tukang 120 ribu dan pekerja 100ribu standar proyek.” Lanjut Heri.

Dijelaskan Heri bahwa ada tiga lokal bangunan yakni dua ruang laboratorium dan satu ruang bimbingan konseling (BK).
“Ada tiga lokal mas, yang dua ini ruang lab dengan volume sama 8×12, dan yang satu itu ruang BK dengan volume 8×8, dan tiang cor semua menggunakan besi 12,” jelasnya.

Pantauan di lokasi proyek terlihat ada beberapa pekerja namun tidak di jumpai pengawas dari Dinas terkait ataupun dari pihak konsultan.

” Ya ada kok pengawas dari Dinas dan konsultan nya,” ungkap Heri.

Heri menuturkan bahwa pihak pengawas dari dinas sering ke lokasi namun tidak tentu waktunya, sedangkan konsultan juga demikian namun konsultan kadang datang sambil mengantarkan material.
“Sering kesini seminggu dua kali tapi ya tak tentu waktunya kapan dia datang, Kalau konsultannya kadang datang bawa material.” tukasnya.

Untuk kejelasan lebih lanjut dan demi menjawab pertanyaan masyarakat, Media ini sudah mencoba menemui Kepala SMKN 1 Gunung pelindung di kantor sekolahan tersebut namun sangat di sayangkan yang bersangkutan sedang tidak ada tempat.

Sampai berita ini di terbitkan pihak kepala SMKN 1 Gunung Pelindung dan Pihak pelaksana proyek belum bisa dikonfirmasi. (jex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *