Lampung Timur – Seorang Pria Muda di Kecamatan Margatiga Kabupaten Lampung timur diduga dengan sengaja tak mau membayar hutang, seribu alasan pun menjadi senjata andalannya, Selasa (30/5/23).
Bukan rahasia lagi kalau masalah hutang piutang selalu menjadi polemik di masyarakat umum, Meski bikin geregetan, menagih utang nyatanya bikin publik tersenyum tipis. Ya, menagih utang yang bikin geregetan memang kerap dirasakan publik karena memang di realita menagih utang itu sangat susah.
Mulai dari pura-pura lupa seolah tidak ada apa-apa hingga menggunakan ajian seribu alasan, menjadi reaksi-reaksi orang yang bingung menjawab apa saat ditagih utang. Pura-pura lupa menjadi jalan keluar terakhir yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Berawal dari kisah seorang ibu muda yang tengah hamil Nina(33) pada tahun 2021 lalu, Nina menceritakan kisah pilu saat menagih hutang kepada teman nya yang enggan membayar hutang, Padahal hutang itu sudah lama dan nyaris saja di lupakan.
“Hutang itu sudah lama mas, sekitar tahun 2021 lalu, dia pinjam dengan alasan ada keperluan, dan berjanji tidak lama akan di balikin,” ujar Nina.
Hampir semua orang mungkin pernah berutang ataupun diutangi. Peristiwa tersebut wajar, mengingat semua orang pasti pernah merasakan kebutuhan mendesak,
Menurut ceritanya, Nina pernah menjabat sebagai perangkat desa di salah satu desa di kecamatan Margatiga, Lampung Timur, namun kini Ia sudah tak lagi bekerja sebagai pejabat desa, Hutang itu pun sepertinya nyaris di lupakan oleh seorang Pria muda dengan inisial EK(39), EK ini adalah teman kerjanya yang juga merupakan Tim kerja satu kecamatan.
EK adalah Sekertaris Desa (Sekdes) di salah satu desa di kecamatan yang sama dengan Nina, EK ini juga merupakan pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Lampung Timur.
“Ya dulu saat saya masih jadi kaur desa tahun 2021 lalu, ya saya percaya meminjamkan uang karena kami satu Tim kerja, Dia itu sekdes dan juga Ketua pengurus PPDI lamtim,” ungkap Nina.
“Sudah dua tahun ini, Yang saya tidak habis fikir, dia seolah lupa dan enggan membayar hutangnya,” lanjutnya.
Dijelaskan oleh Nina bahwa ia sudah sering menagih EK, namun sia sia saja, bahkan suaminya pun sudah pernah menagih namun sama saja zonk, Memang hutang tersebut saat Nina masih belum menikah dengan suaminya, Ia sangat membutuhkan uang tersebut untuk biaya persalinan nya, Uang yang di pinjam oleh EK ini total berjumlah Rp. 12.200.000,- uang ini di pinjam saat masih bekerja satu Tim kerja kecamatan pada tahun 2021 lalu.
“Uang yang di pinjamnya pertama 10juta itu alasan ada keperluan, kemudian dia ambil kredit motor Vario saat itu dia pinjam berkas nama saya, dia tak pernah bayar angsurannya, saya lah menalangi nya 2kali, angsuran tiap bulannya 1juta seratus ribu mas,” jelas Nina.
Namun saat di tagih EK pun seolah lupa berdalih banyak alasan dan mengulur ulur waktu.
“Ya sudah pernah tiga kali saya tagih, alasannya belum ada dan nanti pasti di bayar, dia mengulur waktu terus sabar bulan depan, bulan depan lagi terus, sampai sekarang tak di bayar,” kata Nina.
” Suami saya juga sudah pernah menagih namun ya sama saja zonk, sepertinya memang dia niat tidak mau bayar hutang,” imbuhnya.
Beberapa hari lalu awak media sudah mencoba mengkonfirmasi EK(39) di kediamannya, EK mengatakan bahwa itu adalah urusan pribadi nya.
“Cerita sebenarnya tidak seperti itu, ini urusan pribadi saya, biarlah saya yang urus,” ucapnya.
“Suaminya itu tawu apa soal urusan itu, saya ini orang nya gak mau banyak omong, itu saja ya biar lah ini urusan pribadi saya,” tukasnya.
Dikonfirmasi kembali mengenai permasalahan yang sedang menderanya, Nina mengatakan bahwa Ia sudah pernah menemui Kepala Desa yang bersangkutan namun sia-sia, sedangkan Ia sangat membutuhkan uang tersebut.
“Saya sudah pernah menemui kepala desa nya, namun kepala desanya enggan ikut campur jika masalah hutang piutang pribadi bukan urusan pekerjaan di desa,” kata Nina, Selasa (30/5/23).
“Padahal saya sangat membutuhkan uang itu untuk biaya lahiran, kondisi kami saat ini sedang kesusahan,” pungkasnya.
Sementara menurut sumber lain yang minta indentitasnya dirahasiakan, dikabarkan EK memang orangnya ruwet dan banyak hutang.
” Ya dulu sempet ruwet karena masalah Seragam PPDI, tapi sudah beres kok, memang dia itu orangnya riwet banyak utang kabarnya,” ucap singkat sumber tersebut via pesan WhatsApp.
Sungguh miris nasib Nina seorang ibu muda yang kini tengah hamil harus kebingungan mencari uang kemana untuk biaya persalinan, Sedangkan uang nya yang di pinjam oleh temannya tersebut selama 2 tahun lebih ini sudah tak ada harapan untuk di kembalikan. (jex)
