banner 728x250

Kabid Pasar Pemalang: Tidak Ada Jual Beli Lapak di Pasar Belik,

Avatar
banner 120x600

Pemalang – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pemalang menyebut, ukuran lapak dan kios yang dibangun di Pasar Tradisional Belik Kabupaten Pemalang sudah sesuai SNI 8152 Tahun 2021. Hal itu ditegaskan Kabid Pasar Diskoperindag kabupaten Pemalang Imam Fahrudin di sela-sela acara sosialisasi tindak lanjut penataan pedagang pasar di pendopo Kecamatan Belik, Minggu (26/2/2023).

Imam Fahrudin mengatakan, mendasari SNI 8152 tahun 2015 yang terakhir dirubah dengan SNI 862 tahun 2021. Pasar Belik, termasuk Type 2, jadi luasan minimal yang dipersyaratkan dalam SNI itu adalah 1 meter pesegi untuk los atau lapak, dan 2 meter persegi untuk kios atau toko.

“Sehingga yang untuk pembagian los dan lapak yang saat ini sudah berjalan sudah melebihi persyaratan dari SNI,” ujarnya.

Imam Fahrudin menyampaikan, untuk los lapak per satu lapak saat ini 1,5 x 1,5 atau 2,25 meter persegi, sedangkan kiosnya 3 x 4 meter atau 12 meter persegi. Jumlah untuk los lapak ada 243 dan lapak meja basah 28 dan kiosnya 12.

“Harapannya dengan SNI semuanya tertib dan teratur serta nyaman,” kata dia..

Menurutnya, pedagang yang berada di relokasi sementara agar secepanya menempati lapak-lapak mereka yang sudah disediakan oleh pemerintah dan kedepan pedagang di Pasar Belik ini dipastikan bisa berdagang dengan baik, dagangannya laku, rezekinya bertambah berkah, barokah untuk Pemalang lebih baik.

Di singgung mengenai adanya jual beli lapak pasar Belik hasil revitalisasi ia tegaskan tidak ada” Tandasnya.

Sementara itu salah satu pedagang Riyan mengatakan, tuntutan pedagang saat peresmian pertama, belum ada titik temu. Ia pribadi inginnya cepet-cepet menempati dan pindah, tahu lokasinya, ukurannya berapa, KLTLnya bagaimana atas nama siapa.

“Harapannya ora bisa gawe seneng, minimal aja nyusahi (tidak bisa membuat baik, minimal jangan menyusahkan),” ucapnya

Saat ini kisruh penempatan lapak pedagang yang sebelumnya terjadi dengan pihak pengelola, kini kembali dilakukan mediasi dengan melakukan pertemuan dengan berbagai pihak. Pertemuan membahas terkait pedataan pedagang serta luas lapak juga pembelian tong lapak pedagang kepada pihak ketiga.

Hepy prianto kepala Diskoperindag kabupaten Pemalang yang hadir juga menegaskan mengenai isi jual beli lapak yang berkembang di pasar Belik itu tidak ada.
Dan ia berharap pasar Belik untuk segera di tempati.untuk masalah harga meja lapak sebelumnya sudah di sepakati dengan harga RP 1.700,000.namun masih ada pembahasan lagi mengenai harga. (tris)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *