banner 728x250
Tak Berkategori  

Sahlan Syukur Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila di Desa Mulyo Sari

Avatar
banner 120x600

Lampung Selatan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Fraksi PDI Perjuangan, Sahlan Syukur menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) di Desa Mulyo Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, Jumat (17/02/2023).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua Pemateri yakni Dadin Ahmadin dari Bapilu PDI Perjuangan Provinsi Lampung dan Nur Prima Qurbani dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Sahlan Syukur yang juga Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Lampung ini juga meminta kepada masyarakat untuk selalu berpegang teguh terhadap Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan kita berpedoman kepada Pancasila dan apabila kehidupan kita didasari dengan Pancasila pasti tidak akan terjadi konflik pada masyarakat, kemudian selalu menjunjung tinggi toleransi serta makin memperkuat kesatuan bangsa kita,” katanya.

Dalam penyampaiannya Dadin Ahmadin mengajak masyarakat Mulyo Sari untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, karena Pancasila sebagai dasar negara sudah sepantasnya dapat dijalankan dalam berkehidupan.

Ia mengatakan, Pemerintah saat ini semakin gencar melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila terhadap masyarakat, karena dewasa ini tantangan masyarakat tak hanya muncul dari luar, namun juga muncul dari dalam negara ini sendiri.

“Pancasila saat ini semakin sering dibenturkan dengan agama, padahal pendahulu menciptakan Pancasila sebagai dasar negara penuh dengan pertimbangan dan telah sesuai dengan asas agama manapun,” jelasnya.

Sementara itu, Nur Prima Qurbani menyampaikan materi Pembinaan Ideologi Pancasila melalui kecamatan pendidikan, menurutnya tantangan pendidikan saat ini semakin komplek.

“Dulu tantangannya soal apakah anak-anak kita bisa dan mau sekolah, sekarang tantangannya apakah sekolah tempat anak kita menempuh pendidikan aman dari paham-paham radikalisme,” ungkapnya.

Nur Prima Qurbani mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati saat memilih lembaga pendidikan bagi anak-anak.

“Lembaga pendidikan saat ini sangatlah banyak dan menjamur, sehingga kita harus lebih hati-hati. Karena banyak juga lembaga pendidikan yang mengajarkan paham-paham radikal, yang dapat merusak pemahaman generasi bangsa,” tutupnya. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *