LAMPUNG SELATAN – Program Studi Teknik Industri Universitas Tulang Bawang (UTB) memanfaatkan Annual Meeting BKSTI Korwil Sumatera 2 Tahun 2026 sebagai momentum memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi perguruan tinggi, sekaligus mempersiapkan peningkatan mutu program studi menuju akreditasi Unggul.
Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Provinsi Lampung, tersebut diikuti oleh Kaprodi Teknik Industri UTB, Ir. Susanti Sundari, AT., MM., IPM., bersama Penjamin Mutu Fakultas Teknik, Riana Septiani, STP., MTA.
Keduanya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari bersama dosen-dosen anggota BKSTI Korwil Sumatera 2 yang berasal dari tujuh provinsi, yakni Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.
Agenda diawali dengan Seminar Nasional yang menghadirkan narasumber dari Universitas Indonesia (UI). Seminar tersebut membahas perkembangan keilmuan dan inovasi di bidang Teknik Industri.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan industri ke Pelindo Regional 2 Panjang, sesi berbagi pengalaman dari program studi yang telah meraih akreditasi Unggul, serta workshop Outcome-Based Education (OBE) dengan narasumber dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Pada hari ketiga, peserta mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pulau Pahawang. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan pelaku UMKM dan IKM, terutama dalam aspek pemasaran, pengemasan produk, perhitungan harga pokok produksi, serta pengelolaan keuangan usaha.
Kaprodi Teknik Industri UTB, Susanti Sundari, mengatakan keikutsertaan dalam forum tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi strategis yang dapat mendukung kebutuhan pengembangan universitas, khususnya peningkatan kualitas Program Studi Teknik Industri.
“Harapan kami, melalui forum BKSTI ini dapat terbangun kerja sama pendampingan dengan Program Studi Teknik Industri yang telah berstatus akreditasi Unggul, khususnya Universitas Andalas dan Universitas Muhammadiyah Palembang. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman, pendampingan, dan penguatan strategi dalam mempersiapkan Program Studi Teknik Industri UTB menuju akreditasi Unggul,” ujar Susanti.
Selain penguatan akreditasi, UTB juga membidik peluang kerja sama dengan ITERA dalam pemanfaatan dan pengembangan fasilitas laboratorium.
“Selain itu, kami juga berharap dapat menjalin kolaborasi dengan ITERA dalam pemanfaatan dan pengembangan fasilitas laboratorium guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan kompetensi mahasiswa,” tambahnya.
Keikutsertaan dalam Annual Meeting BKSTI Korwil Sumatera 2 ini menjadi ruang bagi dosen Teknik Industri UTB untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan kerja sama, serta memperoleh wawasan terkait pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Melalui peluang kolaborasi tersebut, Program Studi Teknik Industri UTB berkomitmen meningkatkan kualitas akademik, memperkuat fasilitas pembelajaran, dan mengembangkan program studi yang adaptif terhadap kebutuhan industri maupun masyarakat. (Red)













