banner 325x300
banner 325x300
Barito TimurKalimatan Tengah

Bidan Indonesia Dituntut Memiliki Pendidikan Profesi, Bersinergi dan Kolaborasi

52
×

Bidan Indonesia Dituntut Memiliki Pendidikan Profesi, Bersinergi dan Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

BARITO TIMUR – Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Mahrethalina mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan kopetensi, memperkuat profesionalisme, serta mempererat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak yang semakin berkualitas. Ajakan ini disampaikannya saat menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang ke – 75, di Aula Hotel Ade, Tamiang Layang, Sabtu (11/7/2026).

Dalam kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Seminar Nasionsl.
Mahrethalina ungkapkan bahwa perjalaban 75 tahun IBI merupakan bukti panjang pengabdian para bidan Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Menurutnya, organisasi profesi tersebut tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga menjadi rumah besar yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, etika profesi, persaudaraan dan semangat pengabdian.

“Hari ini kita tidak hanya merayakan usia organisasi, tetapi juga merayakan sejarah, pengabdian, persaudaraan dan panggilan kemanusiaan yang menyatukan para bidan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada ibu, bayi dan keluarga Indonesia ” paparnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur beserta seluruh mitra kerja yang selama ini terus mendukung berbagai program pelayanan kebidanan, mulai dari peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pelayanan keluarga berencana, hingga imunisasi bagi bayi dan balita.

Menurutnya sinergi yang telah terbangun perlu terus diperkuat agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal. Mahrethalina juga menyampaikan turut mendorong para bidan di Barito Timur agar terus melanjutkan pendidikan profesi. Hal itu penting, mengingat ketentuan dalam Undang – Undang Kesehatan yang mengharuskan seluruh bidan memiliki pendidikan profesi paling lambat pada tahun 2028, saat ini jumlah bidan di Barito Timur yang telah dan atau sedang menenempuh pendidikan profesi masih sekitar 25 persen.

“Undang – Undang Kesehatan yang mengharuskan seluruh bidan memiliki pendidikan profesi, dan itu paling lambat tahun 2028 dan saat ini jumlah bidan di Barito Timur baru sekitar 25 persen yang telah atau sedang menempuh pendidikan profesi ” ujarnya.

Ditambahnya lagi bahwa seminar nasional yang digelar bukan sekedar memenuhi persyaratan perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP), melainkan menjadi momentum bagi seluruh bidan untuk memperbarui wawasan, meningkatkan kopetensi, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat . Mahrethalina juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh bidan yang selama ini mengabdikan diri di rumah sakit, puskesmas, klinik, praktik mandiri, hingga pelosok Desa, Dedikasi para bidan yang rela mengorbankan waktu bersama keluarga demi keselamatan ibu dan bayi merupakan pengabdian yang sangat mulia.

“Percayalah mungkin tidak semua orang mengenal nama kita, namun akan selalu ada seorang ibu yang tidak pernah melupakan kebaikan seorang bidan, dan itulah kehormatan yang tidak ternilai harganya ” tutupnya (Arini Irawati/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300