TANJUNGPINANG – Kebutuhan mendasar masyarakat akan air bersih kembali menjadi persoalan pelik. Sudah beberapa hari terakhir, sarana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemko)
Tanjungpinang di Jalan Merpati, Perumahan Kenangan Jaya 3, mengalami kerusakan total. Mesin pompa air yang menjadi jantung penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga dilaporkan tidak berfungsi, memicu gelombang kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat.
Warga mengeluhkan macetnya aliran air ini karena sangat mengganggu aktivitas domestik yang paling krusial, mulai dari mandi, mencuci, hingga keperluan sanitasi lainnya.
Pedagang Gorengan Gulung Tikar Sementara, Terpaksa Beli Air Galon
Dampak paling nyata dirasakan oleh para pelaku UMKM di lingkungan perumahan. Salah seorang pedagang gorengan setempat mengungkapkan rasa dongkolnya karena terpaksa harus libur berjualan akibat krisis air ini.
“Dengan kejadian ini, saya sama sekali tidak bisa berjualan. Kalau tidak ada air, bagaimana saya mau berdagang? Untuk mencuci peralatan dagangan saja tidak ada air. Terpaksa kami menutup usaha sementara waktu,” ujarnya dengan nada jengkel.
Ia menambahkan, demi bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan darurat seperti mandi dan buang air, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon isi ulang.
Pertanyakan Dana Perawatan dan Transparansi Pengelola
Kekesalan warga kian memuncak mengingat kewajiban membayar iuran bulanan selalu mereka penuhi. Warga menilai pihak pengelola SPAM terkesan menutup mata terhadap hak konsumen.
“Sementara kami diwajibkan membayar setiap bulan. Jangankan pakai airnya, tidak pakai saja kami tetap disuruh bayar bebannya. Lalu sekarang kalau rusak begini, kemana dana perawatannya?” tanya warga mempertanyakan transparansi anggaran pemeliharaan mesin.
Warga juga mengkritik keras respons dari pihak teknisi pengelola yang dinilai lamban dan hanya melempar alasan normatif.
“Jadi kalau alasannya kendala teknis, itu hanya alasan klasik saja. Betul-betul tidak profesional pengelolaan SPAM ini. Anehnya lagi, kalau ada warga yang telat bayar sedikit saja, langsung digunjingkan ke orang-orang. Giliran pelayanan buruk begini, mereka diam,” ketus salah seorang warga dengan nada kesal.
Desak Pemko Segera Turun Tangan
Melihat kondisi yang kian menyulitkan ini, warga Perumahan Kenangan Jaya 3 mendesak agar Pemerintah Kota Tanjungpinang segera mengambil tindakan konkret dan cepat guna memperbaiki mesin air yang rusak.
Masyarakat berharap pimpinan daerah dapat mengevaluasi total kinerja jajaran pengelola SPAM di Jalan Merpati agar pelayanan publik ini kembali berjalan normal dan profesional demi kesejahteraan warga.
Yata













