Malut- Bupati Halmahera Utara Maluku Utara Piet Hein Babua tawarkan ke PT Pelni, meminta agar pelabuhan di Halmahera Utara juga bisa menjadi tempat persinggahan.
Hal itu direspon dengan baik oleh Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT. Pelni Nuraini Dessy dengan menyampaikan akan meninjau pelabuhan tersebut yang memenuhi syarat, melalui Senin (28/7) kemarin.
Hal tersebut disampaikan Bupati Piet Hein Babua melalui zoom meeting dalam agenda Pra-Rakor Penyelenggaraan Kewajiban Publik /Public Service Obligation (PSO) Bidang Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi 2026, bersama PT.Pelni dari aula kantor pusat PT.Pelni (Persero ) jalan Gajah Mada Petojo Utara kecamatan Gambir Jakarta Pusat.
Hadir juga mendampingi Bupati Halut, Dinas Perhubungan Halmahera Utara Muhammad Asri Tapi Tapi, Sekertaris Dishub Deni Tonoro, Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dishub Halut Jerry Hoata, Kepala UPP Pelabuhan Tobelo Saharrudin, Kasie Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Muchlis Djunaidy, Kasie Kesyabandaran Capt Marianto.
Pertemuan secara daring tersebut diikuti Pemda Halut untuk mengusulkan trayek penyelenggaraan kewajiban publik atau Public Service Obligation (PSO) bidang angkutan laut penumpang kelas ekonomi 2026.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Budi Mantoro memimpin rapat ini, didampingi Nuraini Dessy Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT. Pelni dan diikuti oleh Gubernur, Bupati, Kepala Syahbandar, Kepala UPP Pelabuhan dan para kepala Dinas Perhubungan se-Indonesia.
Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengatakan bahwa usulan melalui Gubernur Maluku Utara kepada Kementerian Perhubungan telah disampaikan yaitu meminta supaya KM. Nggapulu dapat beroperasi di pelabuhan Tobelo.
“Sejak tahun 2003 pada saat kabupaten Halmahera Utara dibentuk, belum ada satupun kapal Pelni yang singgah di pelabuhan Tobelo, dari peta sebaran yang telah dipaparkan dan dipelajari tadi bahwa untuk provinsi Maluku Utara, rata-rata kapal Pelni menyinggahi bagian selatan provinsi Maluku Utara. Sementara bagian Utara belum sempat disinggahi,” jelas Bupati.
Bupati juga menyampaikan, kalau kita lihat perputaran penumpang maupun barang, Halmahera Utara merupakan pelabuhan yang sangat ramai. Arus penumpangnya dari pelabuhan Tobelo ke pelabuhan Bitung, maupun ke pelabuhan Ambon mengalami peningkatan apalagi pada saat hari Raya. Yang diandalkan hanya kapal penumpang biasa ke Sulawesi Utara maupun Maluku (Ambon).
“Ini sangat mengganggu dari sisi keselamatan, karena itu kami Pemda Halmahera Utara mengusulkan pelabuhan Tobelo menjadi salah satu pelabuhan yang disinggahi oleh kapal-kapal Pelni,”ucap Bupati.
Piet Hein Babua menambahkan bahwa di kabupaten Halmahera Utara ada dua pelabuhan yaitu pelabuhan kontainer dan pelabuhan dermaga tol. Sehingga yang terjadi arus barang yang sangat lancar tetapi arus penumpang lewat laut mengalami kesulitan.
“Dengan kondisi seperti ini, kami berharap PT. Pelni menyiapkan trayek tahun 2026, KM Nggapulu bisa melayani rute pelabuhan Tobelo,” harap Bupati.
Penyampaian Bupati Halmahera Utara langsung mendapat respon positif dari Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT. Pelni Nuraini Dessy dengan memberikan harapan pihaknya mengcroscek kembali pelabuhan Tobelo supaya dengan persyaratan yang dipenuhi KM.Nggapulu bisa segera beroperasi.













