YOGYAKARTA — Satgas Pangan DIY yang terdiri dari Polda DIY, Bapanas, Disperindag, Bulog, serta DPKP melakukan pengawasan harga dan mutu beras di Kabupaten Bantul, Selasa (8/9/2026). Tim meninjau tiga lokasi sekaligus: pasar tradisional, retail modern, dan penggilingan beras. Di Pasar Imogiri, beras medium dijual Rp14.000–Rp15.000/kg dan Mentik Wangi Rp15.500/kg, masih di atas HET namun stok aman. Di swalayan, beras SPHP terjual Rp11.716/kg dan beras medium Rp14.880/kg, sedangkan di penggilingan Gilangharjo, beras medium Rp13.500/kg dan premium Rp14.800/kg masih sesuai ketentuan.
Kegiatan juga menjadi wadah silaturahmi bersama DPD Perpadi DIY yang menyampaikan sejumlah aspirasi. Para pengusaha beras meminta pemerintah mengkaji ulang penetapan HET mengingat harga gabah petani sudah tinggi, mengusulkan HET difokuskan pada beras bersubsidi, serta menjadikannya pemicu penggelontoran beras operasi pasar. Perpadi juga memprediksi penurunan produksi beras lokal DIY pada September–Desember 2026.
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyambut baik masukan tersebut dan berkomitmen mencari solusi berimbang bagi petani, pengusaha, maupun konsumen. Satgas Pangan akan rutin melakukan patroli pasar serta memperkuat koordinasi antarinstansi guna menjamin ketersediaan, kualitas, dan keterjangkauan harga beras bagi seluruh masyarakat DIY.
Mungkas M














