Video Perundungan Siswa SMP di Tanjungpinang Viral, Keluarga Korban Keluhkan Lambatnya Penanganan Polisi

Oplus_16908288

TANJUNGPINANG – Jagat media sosial di Kepulauan Riau kembali dihebohkan dengan beredarnya video aksi perundungan disertai kekerasan terhadap seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial AD. Meski identitas para pelaku disebut sudah diketahui melalui rekaman video yang viral, keluarga korban mengaku hingga kini belum melihat perkembangan berarti dari penanganan aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut bermula saat AD dijemput oleh salah seorang rekannya. Tanpa menaruh curiga, korban mengikuti ajakan tersebut hingga dibawa ke kawasan Batu 8, tepatnya di samping pusat perbelanjaan Tanjungpinang City Center (TCC).

Namun setibanya di lokasi, situasi berubah mencekam. Korban mengaku kunci sepeda motornya dirampas secara paksa sehingga ia tidak dapat melarikan diri. Tak lama kemudian, sejumlah remaja diduga melakukan pengeroyokan terhadap dirinya.

“Saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dijemput kawan lalu dibawa ke Batu 8 samping TCC. Sampai sana kunci motor saya diambil dan saya langsung dipukul,” ungkap AD saat menceritakan kejadian yang dialaminya.

Ironisnya, aksi kekerasan tersebut justru direkam oleh salah satu rekan pelaku menggunakan telepon genggam. Rekaman video yang memperlihatkan korban dipukuli kemudian beredar luas di media sosial Instagram hingga viral dan menuai kecaman dari warganet.

Ibu korban yang mengetahui kejadian itu mengaku sangat terpukul melihat anaknya menjadi korban kekerasan. Ia mengatakan telah melaporkan peristiwa tersebut ke penyidik Polresta Tanjungpinang tidak lama setelah kejadian terjadi.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga merasa laporan tersebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Saya sudah melapor ke Polresta Tanjungpinang, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan sama sekali. Saya minta penegak hukum segera ambil tindakan secepatnya,” tegas ibu korban.

Ia juga menyebutkan perundungan tersebut tidak hanya menimbulkan luka fisik pada anaknya, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis korban.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian Polresta Tanjungpinang belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
(Yata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *