Waspada, Perempatan Ryacudu Bahaya

  • Whatsapp

BANDARLAMPUNG- Tanpa lampu merah lalu lintas, perempatan Jalan Ryacudu ke arah pintu tol Trans Sumatera sangat membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Pengendara sepeda motor, Yono, mengeluhkan tak adanya lampu lalu lintas yang kerap menyebabkan macet.

“Wah macet parah, kalau jam pulang kerja. Banyak debu kadang dan juga saling bingung sama pengendara lain bila mau lewat,” ucapnya kepada Independen Pos, Selasa (4/2).

Dia menilai perempatan tersebut berbahaya untuk warga setempat karena banyak kendaraan lalu lalang menuju ke arah tol.

“Sering tak mau saling ngalah, mobil kebut-kebutan, ya, bahaya buat anak-anak yang mau nyebrang,” ungkapnya.

Berbeda dengan pedagang setempat, berinisial S. Menurutnya, kondisi perempatan tersebut juga berimbas pada hasil penjualannya.

Baca Juga :  Tingkatkan Ketersediaan Darah, Ketua PMI Provinsi Lampung Dukung Penuh Upaya UDD PMI

“Lima tahun saya jualan, dulu ramai karena belum banyak debu, terus jalanan masih teratur, jadi orang masih mau berhenti untuk istirahat. Sekarang mulai ramai dan malah tak ada lampu merah, tak terurus dan banyak debu,” tuturnya

Karena itu, ia berharap agar pemerintah setempat memenuhi janjinya untuk merevitalisasi lingkungan termasuk perempatan tersebut.

“Dulu sempat ada sosialisasi kalau mau dibuat bunderan di perempatan. Ya, tapi setidaknya kasih dululah lampu merah biar teratur dan tak berbahaya,” paparnya

Pukul 15.55 tampak lalu lintas padat merayap. Tak terlihat ada petugas dari dinas perhubungan dan polisi yang mengatur arus lalu lintas. Sejumlah tukang parkir toko-toko di sekitar perempatan juga terlihat susah mengatur keluar dan masuk kendaraan karena lalu lintas padat. (sel)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.