Warga TPST Bantargebang Kecewa Pungutan BLT oleh Oknum Ketua RT

Bekasi – Warga sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik,Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi mengaku kecewa dengan adanya dugaan pungutan uang Bantuan Langsung tunai (BLT) yang nilai nya bervariasi mulai dari Rp.200.000 sampai dengan Rp.500.000 yang di lakukan oleh oknum mantan ketua RT yang berada di Kelurahan Ciketing Udik,Kecamatan Bantargebang.

Dengan kompensasi atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau yang sering di sebut ”uang bau” Rp.1.200.000 setiap tiga bulan yang didapat dari bantuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi yang terdampak, yang seharusnya bisa di rasakan manfaatnya oleh warga sekitar yang terdampak dari pengelolaan sampah TPST Bantargebang

Baca Juga :  Jaring Bibit Atlet Berprestasi, PBSI Kota Jaktim Gelar Kejurkot Bulu Tangkis 2022

Salah seorang warga Soleha mengatakan kepada awak media, Sudah hampir satu tahun setiap pencairan saya harus setor ke oknum mantan ketua RT.

“Sudah hampir satu tahun ini,setiap ada pencairan dana BLT per triwulan pasti saya harus setor ke Oknum mantan ketua RT yang berinisial (MI), kebetulan istrinya lah yang sekarang menjabat menjadi ketua Rt,dengan berat hati saya menyerahkan uang sesuai dengan permintaannya Rp.500.000,” tutur Soleha, kamis (04/08/2022)

Berdasarkan informasi yang dapat di himpun oleh awak media, ada kurang lebih 20 warga yang di temukan adanya dugaan pungutan (pungli) oleh Oknum mantan ketua RT. Untuk uang kompensasi BLT yang nilai nya Berpariasi antara Rp.200.000 sampai dengan Rp 500.000.

Baca Juga :  AWPI Kota Bekasi Minta SMAN 2 Tambun Selatan Transparan Buka Data PPDB 2022

Atas perbuatan oknum mantan ketua Rt, warga meminta agar istri (MI) di copot sebagai ketua Rt, di karenakan oknum mantan ketua Rt (MI) adalah suami dari ibu RT.

Ditemapt terpisah, ketua RT (SM) saat di konfirmasi oleh awak media melalui WhatsApp tidak merespon.
(Red)

Pos terkait