Wagub Nunik Ajak Disiplin Protap Kesehatan di Semua Sektor

  • Whatsapp

Bandar Lampung : Pemerintah terus melakukan langkah-langkah persiapan untuk tatanan kehidupan baru atau new normal. Untuk saat ini new normal tersebut diberlakukan di 4 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Gorontalo serta 25 kabupaten/kota se-Indonesia.

Meskipun Provinsi Lampung belum menjadi daerah uji coba, jajarannya terus melakukan berbagai langkah persiapan. Kesiapan sarana pendukung di pusat-pusat ekonomi seperti tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, dan pemasangan sekat jarak penanda posisi antrean di mal, pasar tradisional, sekolah, kampus, pondok pesantren, tempat ibadah, bank, tempat pariwisata, perkantoran pemerintah dan swasta serta lokasi strategis lainya juga harus terus dipersiapkan. Pengawasan dari petugas Satpol PP dan TNI/Polri juga harus diperketat.

Baca Juga :  Bawaslu Pesibar Ngopi "Ngobrol Pilkada" Bersama Pjs Bupati

“Kita mungkin harus realistis, sampai dengan hari ini informasi yang ada mengarah bahwa covid-19 mungkin tidak akan pernah hilang total. Yang harus dipahami adalah kemungkinan besar kita tidak akan kembali pada normal sebelum adanya pandemi covid-19,” kata Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, Rabu (27/5).

Nunik mengatakan bahwa new normal atau normal baru merupakan salah satu bentuk “berdamai” dengan Covid-19. Berdamai bukan dalam makna menyerah, akan tetapi seluruh masyarakat harus menyesuaikan diri dengan keadaan. Oleh sebab itu budaya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) harus terus diterapkan sehingga masyarakat terhindar dari Covid-19.

“Asalkan kita terapkan PHBS, insyallah kita terhindar dari penyakit ini. PHBS ini bukanlah barang baru,” kata Mantan Bupati Lampung Timur ini.

Baca Juga :  Bawaslu Pesibar Ngopi "Ngobrol Pilkada" Bersama Pjs Bupati

Ia mengatakan yang terlebih dahulu diketatkan ialah di sektor kesehatan, selanjutnya yang menjadi perhatian di bidang pendidikan, seperti di sekolah atau kampus. Kemudian di bidang ekonomi perdagangan, seperti pasar dan mal atau toko-toko. Kemudian di bidang pariwisata, tempat pariwisata harus mampu menyajikan amenities berbasis kesehatan. Selanjutnya di bidang pelayan publik seperti pelayanan administrasi kependudukan dan semua tempat yang terkait dengan publik harus menerapkan protokol kesehatan dan harus disiplin.

“Kita juga mendorong sektor swasta melakukan shifting ke new normal,” katanya.

Kemudian yang terpenting dan perlu dicatat juga ialah new normal di tempat-tempat ibadah untuk diprioritaskan. Termasuk new normal di pondok pesantren, fasilitas-fasilitas untuk penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah menjadi sangat penting.

Baca Juga :  Bawaslu Pesibar Ngopi "Ngobrol Pilkada" Bersama Pjs Bupati

“Pemerintah perlu hadir juga agar pondok pesantren dapat menerapkan protokol kesehatan karena setelah syawal, rata-rara santri jadwalnya kembali ke pesantren,” katanya. (Rls/Ncu)

Facebook Comments