Wabup Pesibar Ikuti Upacara Bendera dalam Rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-113

  • Whatsapp
Wakil Bupati Pesibar Ikuti Virtual Meeting Dengan Menteri Komunikasi Dan Informatika RI. Foto: Ist

Pesisir Barat – Wakil Bupati Pesisir Barat mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional yang Ke-113 Tahun 2021 secara Virtual Meeting di ruang Setdakab Pesisir Barat, pada Kamis 19 Mei 2021.
Turut mendampingi Wakil Bupati Pesisir Barat, Asisten I Bidang Pemerintahan Audi Marpi, Spd., MM., Pabung Kodim 0422/Lampung Barat Mayor Inf. Ihara warsa, Kapolsek Pesisir Tengah krui, Kompol Muhidin, Sekretaris Bapeda Eka Chandra, Plt. Kadis Kominfo Drs. Miswandi Hasan, M. Si., dan Perwakilan dari Dinas Kesehatan Amirudin, SE.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate sebagai Inspektur upacara dan diikuti oleh seluruh peserta upacara tetap dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

Baca Juga :  Ditinggal ke Kamar Mandi, Honda Scoopy Raib Digondol Maling

Dalam Virtual Meeting, Menteri Komunikasi dan Informatika RI mengatakan bahwa tujuan dari peringatan hari Kebangkitan Nasional yang Ke-113 Tahun 2021 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong-royong sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan.

Menteri juga mengatakan agar selalu optimis menghadapi masa depan serta berharap agar cepat pulih dari pandemi Covid-19. “Sejarah singkat Hari Kebangkitan Nasional adalah masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme,” ujar Menteri.

Menteri juga mengatakan bahwa Presiden Soekarno menetapkan lahirnya Boedi utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan diangkat sebagai Hari Kebangkitan Nasional dengan harapan golongan yang saling bertengkar dan rakyat Indonesia melalui momen ini dapat mengumpulkan kekuatan, mencegah perpecahan dan bersatu melawan Belanda.

Baca Juga :  Babinsa Kedaton Terus Pantau Pengendalian Perkembangan Covid-19

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pun pada akhirnya bukan sekedar menjadi ritual untuk mengenang kejayaan sejarah masa lalu.

“Saat solidaritas persatuan di era Boedi Oetomo terbentuk tanpa disertai tilikan memadai untuk mengejawantahkan semangat yang telah dirintis dr. Soetomo dan kawan-kawan itu ke dalam praktik berbangsa dan bernegara yang lebih operasional,” tegas Menteri Komunikasi dan Informatika RI tersebut.

Facebook Comments