Viral, Selebaran Desak Aparat Desa Rawa Selapan Lakukan Sumpah Pocong

Selebaran yang marak beredar di Kecamatan Candipuro yang berisikan desakan aparat Desa Rawa Selapan lakukan Sumpah Pocong, dan selebaran permintaan maaf kepada Kades

Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK) beberapa hari yang lalu  mendapatkan informasi bahwa beberapa Desa di Kecamatan Candipuro di hebohkan adanya selebaran yang isinya mendesak diadakan Mubahallah atau Sumpah Pocong.

Selain selebaran yang mengatasnamakan warga Rawas Selapan mendesak adanya Sumpah Pocong Ini ternyata ada juga beberapa selebaran yang berisikan permintaan maaf seseorang kepada Bapak Kades Rawa Selapan yang saat ini telah di tahan terkait Pelaporan dari salah Satu Stafnya dengan delik aduan telah di cabuli oleh Kades Rawa Selapan.

Informasi ini pun cepat berseliweran di tengah masyarakat di sekitar Kecamatan Candi puro kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan keterangan warga yang enggan disebutkan namanya karena khawatir menimbulkan hal hal yang tidak ia inginkan membenarkan bahwa ada selebaran tersebut dan menunjukkan bukti selebaran “Bener kok mas, selebaran tentang desakan yang mengatasnamakan warga Rawa Selapan mendesak Aparat desa menggelar Mubahallah atau Sumpah pocong,” ungkapnya

” Pagi pagi di daerah saya ini udah heboh ada banyak selebaran bertaburan di sepanjang jalan masalah asalnya ya saya ndak tahu tiba tiba udah geger nggak karuan padahal kami ya nggak tau masalahnya,” ungkap warga Desa Bumi Sari ini.

Dirinya juga menjelaskan bahwa dirinya hanya mendengar sekilas cerita adanya dugaan pencabulan kepala desa terhadap Salah satu stafnya dari keterangan kawan kawannya dan di perkuat adanya pemberitaan di media online dan cetak yang berseliweran di group WhatsApp.

Dilain pihak saat kami melakukan Penyelusuran di beberapa desa untuk menggali lebih dalam informasi terutama dari warga desa Rawa Selapan kebanyakan mau memberi Informasi tapi tidak mau di Cantumkan atau di tuliskan namanya dan rata rata alasannya Tidak mau terseret dibawa dalam kasus ini karna kuatir Ada hal yang tidak di inginkan Menariknya rata rata mereka berpendapat bahwa kasus ini adalah Pertarungan “Gajah lawan Gajah”.

Seperti yang dikemukakan salah satu warga desa Rawa Selapan kepada kami. “Bener mas desa sini dapet selebaran yang isinya desakan adanya ritual Mubahallah atau Sumpah pocong dan tulisan permintaan maaf kepada pak kades tapi hingga saat ini kami belum tahu siapa pelakunya dan cerita di tengah masyarakat masih simpang siur,” ungkap warga Desa Rawa Selapan yang enggan disebut namanya.

Masih keterangan warga Rawa Selapan ini dirinya agak heran dengan kasus ini. “Awalnya saya bingung dengan cerita yang berkembang di masyarakat karna banyak macamnya (Versi -red) tapi setelah munculnya sebuah berita pak kades berani menantang korban dan saksinya untuk melakukan mubahallah sumpah pocong dan adanya selebaran ini kesini sini ya saya makin yakin dengan pak kades tidak Bersalah apa lagi pihak Korban Dan saksi tidak merespon Tantangan Sumpah Pocong Ini,” tuturnya.

“Karena secara tradisi nenek moyang kami mas yang namanya Mubahallah atau Sumpah pocong itu nggak main main loh mas sangat di keramatkan ngeri, dan secara logika apa iya pak kades yang di tuduh tapi dirinya yang menantang untuk bermubahalah atau Sumpah Pocong,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum diketahui apa motif dan siapa pelaku penebar selebaran yang berisikan permintaan maaf dan desakan di adakannya Mubahallah atau Sumpah Pocong Ini. (BALAK)

Pos terkait