Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Dosis Kedua di Puskesmas Ambarawa Pringsewu

  • Whatsapp

Pringsewu – Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama, dosis kedua, di Puskesmas Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, berlangsung pada hari ini, Rabu (17/2/2021).

Dalam pelaksanaan vaksinasi tahap pertama, dosis kedua ini, ibu menyusui dan orang yang pernah terpapar Covid, bisa divaksinasi.

“Untuk ibu menyusui (busui), kan tahap pertama belum diperbolehkan, tapi karena ada pemberitahuan dari BPOM, busui dan yang pernah terkonfirmasi Covid bisa divaksinasi, namun dengan catatan pasca tiga bulan terpapar Covid,” kata Kepala UPT Puskesmas Ambarawa Sagiman, didampingi Penanggung Jawab Surveilans Puskesmas Ambarawa Ikke Haryanti.

Kemudian, untuk total tenaga kesehatan yang divaksinasi di Puskesmas Ambarawa pada tahap pertama, dosis pertama, sejumlah 87 orang.

Baca Juga :  DPRD Pesibar Kunjungi Pj Bupati Bahas Masalah TKD

Rencananya, pemberian dosis kedua akan berlangsung selama tiga hari , terhitung dari tanggal 17-19 Februari 2021.

” Sebetulnya jumlah dosis yang kita miliki waktu tahap pertama lalu hanya 130 dosis. Namun, karena adanya penambahan nakes yang vaksinasi di sini, kami meminta tambahan 90 dosis vaksin lagi ke Dinkes,” tambahnya.

Diketahui, di Puskesmas Ambarawa, pada tahap vaksinasi pertama, dosis pertama, yang keluar e-tiket sebanyak 48 orang.

Selain itu, ada tambahan nakes yang berdomisili di wilayah Kecamatan Ambarawa.

“Jadi dari 39 orang nakes yang belum dapat e-tiket, bisa divaksinasi dengan menunjukkan STR dan NIK KTP,” paparnya.

Salah satu nakes yang berstatus ibu menyusui yaitu Bidan Aisyah mengatakan, dirinya siap mendukung program pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi.

Baca Juga :  Pemkab Waykanan Kordinasi dengan Balai Besar Terkait Jalan Rusak

” Karena tahap pertama kemarin untuk busui kan belum diperbolehkan, tapi sekarang sudah ada edarannya ya saya siap,” ungkap Asiyah usai divaksinasi.

Ia juga mengatakan, usai divaksinasi, dirinya tidak mendapatkan reaksi gejala apa-apa.

“Saya sih percaya aja Mbak, ini juga kan pasca divaksinasi kami diobservasi dulu. Kalau ada reaksi kan bisa terpantau,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments