UNIM Wisuda 471 Mahasiswanya

  • Whatsapp

Mojokerto–Universitas Islam Mojokerto mewisuda 471 Mahasiswanya, Bertemakan “Merawat Tradisi Muslih, Menggagas Inovasi Aslah “, ketua senat dan rektor Universitas Islam Mojokerto (UNIM) DR,H,RAHMAN SIDARTA ARISANDI,S IP,MSi, Menggariskan dua konsep utama dalam acara wisuda ini, kebaikkan dan bermanfaat untuk diri sendiri (shalih) dan untuk orang lain pada umumnya (muslih).

Konsep ini bersumber dari Al Ghazali, Ihyaumuludin yang ditulis ulang karyanya itu oleh KH Mustofa Bisri.

Sesuai dengan SK 62/UNIM/SK/B/XII/2019 sebanyak 471 siswa dinyatakan lulus TA 2018-2019. Sempat yang hadir diwisuda itu 468 mahasiswa mahasiswi,sementara 5 orang lainnya berhalangan hadir karena tidak dapat meninggalkan pekerjaannya.

Ada yang sedikit berbeda dalam penyelenggaraan acara wisuda kali ini yaitu perubahan desain baju senat dan petugas pedel yang dibuat khusus desainnya oleh seorang desainer asli mojokerto bunda lena. Perubahan pedel dan penyematan gelar laskar Padmanaga Wiranagari yang artinya pasukan pembela negri,maksudnya agar para lulusan UNIM ini kelak dikemudian hari dapat membawa nama harum almamaternya dengan melaksanakan politik kebaikan dan dapat membela negri,NKRI.

Baca Juga :  Warga Panik, Gunung Semeru Mengeluarkan Erupsi dan Lahar Dingin Di Lumajang

Sebelum mahasiswa mahasiswi ini di wisuda sudah dibekali pula tentang moral agama islam dalam acara konfrensi diawal bulan febuari 2020 yang diselenggarakan oleh pihak UNIM.

Hadir pula dalam acara ini antara lain kepala LLDIKTI Prof Suprapto,DEA,kopertis,ketua MUI Mojokerto dan perwakilan sejumlah instansi. D

alam isi pidato kepala LLDIKTI Prof SUPRAPTO,DEA menyampaikan beberapa aspek penting yang harus di pegang teguh para wisudawan ,semuanya terkait dengan tantangan dialam pekerjaan dan prilakunya di lingkungan sosial.

” Jadilah lulusan yang berguna pada peradaban baru di era revolusi 4.0 ini,selama anda giat maka anda bisa kompetitif kata Prof Suprapto,DEA.

Menurutnya di wisuda bukanlah akhir sebuah perjuangan dalam hidupmu melainkan pintu baru bagi kalian kaum berpendidikan mensosialisasikan diri dalam kehidupan di masyarakat jadilah panutan bagi lingkungan disekitar kalian dan inilah tantangan hidup selanjutnya yang jadi fakta dan nyata yang perlu diperhatikan dengan sungguh sungguh, itulah pesan yang disampaikan pada para wisudawan /wisudawati lulusan Universitas Islam Mojokerto hari rabu tanggal 12 febuari 2020.

Baca Juga :  Warga Panik, Gunung Semeru Mengeluarkan Erupsi dan Lahar Dingin Di Lumajang

Terakhir dalam pidatonya Prof Suprapto,DEA juga menyampaikan permohonan maaf bahwa mentri pendidikan tidak dapat hadir karena ada perjalanan dinas dengan bapak Presiden dan beliau maupun saya mengucapkan selamat atas keberhasilan kalian dalam menyelesaikan pendidikannya di universitas islam Mojokerto ini dan terima kasih kepada ketua senat yang juga rektor Unim bapak Rahman Sidarta Arisandi dapat salam khusus dari bapak mentri pendidikan yang telah berupaya keras meningkatkan mutu pelajaran dan kinerja pergururuan tinggi yang sudah di mulai sejak 2015 hingga saat ini.

Sementara itu rektor bidang akademik dan kemahasiswaan DR Ainul Yaqin,MPDl menguraikan sejumlah pencapaian istimewa dalam bidang tridarma,kerjasama,kurikulum,sertifikasi dosen,hibah, program akreditasi program studi,sarana dan prasarana iapun menuturkannya bahwa Unim terus berupaya mengembangkan semua potensi sehingga dapat menjadi kampus andalan.

” Pada dasarnya pimpinan Unim menginstruksikan untuk penguatan akademik dengan penguatan kalibrasi kurikulum bersama pihak terkait supaya adaptif dengan era industri 4.0 ini.

Di kesempatan ini juga Ainul yaqin memberi kesempatan pada anggota senat untuk bertanya terkait laporan dan beberapa perkembangan standar penjaminan mutu pendidikan dalam rapat terbuka senat. Selanjutnya wakil wisudawan wisudawati yang lulusan terbaik dengan IPK 3.93 LAILATUL FITRIYAH,SPd, diberi kesempatan memberikan sambutan dan menyampaikan rasa bersyukur dan terima kasih nya pada seluruh jajaran pengajar di UNIM dan kepada kedua orang tuanya. Lailul Fitriya bangga terhadap Unim yang telah mengantar dirinya jadi lulusan terbaik dan berjanji akan terus membawa nama baik Unim di masyarakat.

Baca Juga :  Warga Panik, Gunung Semeru Mengeluarkan Erupsi dan Lahar Dingin Di Lumajang

Usai acara formal agenda selanjutnya adalah pagelaran pertunjukan dua tari, pertama tari topeng berjudul Suryaning batin dan kedua kiswah manunggaling kawula gusti.

Kedua tarian tersebut punya tujuan menyampaikan pesan “tentang multi peran manusia supaya mendaya gunakan kekuatan batin dan pikiran yang seimbang sehingga dapat lebih bijak dalam menyikapi kebaikan dan keburukan yang ada di alam nyatanya kehidupan ini. Harus tetap eling lan waspodo( ingat dan berhati hati lah) jangan sampai merugikan banyak umat beserta ciptaan Allah. (biyung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.