Tukiran Berhasil Budidayakan Lebah Madu

  • Whatsapp

LAMPUNG UTARA – “Manisnya alami dan inilah makanan sekaligus obat yang tuhan ciptakan sebagai keberkahan alam bagi manusia melalui lebah,” kata Tukiran, peternak lebah madu adal Dusun Sumberasih, Desa Sumberarum, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, dikediamannya, Sabtu (4/1/2020).

Bagi dia, lebah menjadi teman setianya. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi madunya, lebah itu telah membantu mengoptimalkan hasil pertanian sebagai serangga yang membantu penyerbukan bagi tanaman yang dia budidayakan. “Saat ini, baru 12 koloni lebah yang dibudidayakan. Dengan rincian 3 koloni tinggal di kotak kayu dan 9 koloni di glodok (perangkap lebah yang belum dipindahkan ke kotak),” ujarnya.

Pria dengan rambut beruban dengan jenggot putih itu mengatakan mulai beternak lebah pada 1998. Selanjutnya, sejak pelatihan tentang lebah madu yang digelar di desa setempat pada 2018 lalu yang dilanjutkan di 2019, Tukiran, mengaku semakin intensif mengembangkan ternak lebah.

Baca Juga :  Ketua AWPI Lampung Tegaskan Wartawan Bukan Untuk "Menakuti Dan Ditakuti"

“Sebelumnya saya beternak lebah hanya untuk di ambil madunya dengan sekali pengambilan 1/2 kg madu setiap bulan untuk konsumsi keluarga. Tapi, sekarang kita harus bisa bagaimana menghasilkan madu sekaligus produk turunannya agar dapat lebih dikembangkan dan dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat,” kata dia.

Suyanto, peternak lebah lain di Dusun Sumberasri, Desa Sumberarum, Kecamatan Kotabumi, mengaku telah memiliki 13 koloni lebah madu jenis apis cerana yang diletakkan di kotak kayu. Dari kotak kayu berukuran panjang 37 cm, lebar 27 cm, dan tinggi 25 cm tersebut, setiap bulannya dihasilkan madu berkisar 2,5 kg sampai 3 kg. “Untuk konsumen, selain masyarakat umum, banyak pedagang jamu yang langsung membeli ditempat saya,” kata dia.

Baca Juga :  Dua Begal Sadis di Lampung Utara Dilumpuhkan Polisi

Dia mengatakan biasanya pelanggan membeli dengan takaran literan. Semisal untuk ukuran 150 ml dihargai Rp30 ribu, ukuran 525 ml dijual Rp125 ribu dan 620 ml dijual Rp150 ribu. “Hal yang langsung kita rasakan setelah beternak lebah madu adalah kecintaan pada lingkungan. Terutama tanaman yang mengandung nektar dan pollen seperti tanaman kaliandra, akasia maupun ragam tanaman lain yang berbunga,” katanya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.