Tukang Servis Sepeda Rawat 3 Anaknya yang Menderita Lumpuh Layu

  • Whatsapp
Anggota DPRD Pemalang, Budi Harmanto sambangi kediaman Suhadi. FOto: Ist

Melihat kehidupan Suhadi (55) yang Viral di media sosial merawat ketiga anaknya yang lumpuh layu sudah puluhan tahun di Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang,menyita perhatian masyarakat beberapa hari ini.

Hal ini juga membuat anggota DPRD Pemalang, Budi Harmanto, merasa miris.

Anggota Komisi D DPRD Pemalang, kemarin menyambangi kediaman Suhadi di RT 07 RW 02, Dusun Benteng, Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang.

Budi menemui langsung ketiga anak Suhadi yang lumpuh, dan hanya bisa terbaring di kasur. Mereka adalah Purwanti, Purnomo, dan Dede Roah.

Sejatinya, Suhadi memiliki empat anak dengan kondisi yang sama, namun salah satunya sudah meninggal. Kini, Suhadi mengurus mereka bersama ibunya yang telah renta setelah istrinya menghadap sang khalik, 5 tahun lalu akibat penyakit diabetes dan kakinya sempat di amputasi

Baca Juga :  Pedagang Lontong Sayur Bagikan 80 Bungkus Dagangannya ke Warga yang Sedang Isoman

Budi Harmanto mengaku miris, melihat kondisi mereka. Apalagi, mendengar 6 bulan belakangan keluarga Suhadi tak mendapat bantuan PKH dan BPNT.

Harusnya, kata Budi, permasalahan seperti ini segera ditindaklanjuti dari tingkat RT ke pemerintah desa dan seterusnya.

“Pemerintahan desa sampai ke bawah itu harus ‘tanggap casmito’. Artinya, bukan berarti harus berpatok pada regulasi instansi, tapi tanggap sesuai hati nurani,” kata Budi, Rabu 16 Juni 2021.

Saat berkunjung ke kediaman Suhadi, Budi menemui satu-persatu anak Suhadi yang lumpuh. Merek nampak sumringah ketika diajak berbincang-bincang dan diberi motivasi politisi PDIP itu.

Dalam kesempatan itu, Budi memberikan bantuan berupa santunan uang tunai dan sembako, untuk membantu meringankan beban Suhadi yang kesehariannya bekerja sebagai tukang service sepeda.

Baca Juga :  Pedagang Lontong Sayur Bagikan 80 Bungkus Dagangannya ke Warga yang Sedang Isoman

“Ayo bantu bareng-bareng, karena pemerintah harus hadir ditengah-tengah mereka,” ungkap Budi.

Keluarga Pak Suhadi ini tentunya hanya sebagian potret kecil masyarakat yang butuh uluran tangan. Kondisi semacam ini, juga seakan menegaskan fakta tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Pemalang.

“Kita mendorong semua pemerintah desa maupun OPD terkait agar peka. Karena seperti halnya jika ada satu orang kelaparan, satu wilayah itu berdosa,” tandas Budi Harmanto.

Sementara itu, Kepala Desa Wanarata, Elok Rahmawati, mengatakan, kini pihak pemdes tengah mengupayakan bantuan PKH dan BPNT keluarga Suhadi kembali aktif.

“Untuk PKH-nya sekarang sudah aktif lagi, kemarin setelah ditelusur ternyata permasalahannya karena NIK tidak padan dengan Dukcapil,” kata Elok. (tris)

Facebook Comments