TPPD Sosialisasikan Rencana Pemekaran Kabupaten

  • Whatsapp

LAMPUNG SELATAN – Wacana rencana pemekaran kabupaten Lampung Selatan telah bergulir semenjak beberapa tahun silam. Rencana pemekaran wilayah ini sempat menjadi harapan besar bagi masyarakat, khususnya Kecamatan Natar, Kecamatan Jatiagung, Kecamatan Tanjung Bintang, Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Merbau Mataram.

Harapan masyarakat tersebut diatas, ternyata mendapat respon tindak-lanjut dari Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Bupati No : B/676/1.02/HK/2019 tentang penetapan kembali Tim Persiapan Pemekaran Daerah (TPPD) secara responsif untuk segera mensosialisasikan penataan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Sosialisasi rencana pemekaran ini digelar di Balai Desa Margo Agung Kecamatan Jatiagung, Kamis (5/12/2019) yang dihadiri oleh 21 Kepala Desa, Anggota DPRD Komisi III, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Jatiagung.

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2021 Polda Lampung

Ketua Tim Persiapan Pemekaran Daerah, Puji Sertono mengatakan bahwa sosialisasi ini menindak-lanjuti perjuangan rekan-rekan yang selama 10 tahun ini memperjuangkan rencana pemekaran daerah, mulai dari keliling kampung mengumpulkan aspirasi masyarakat hingga kecamatan.

“Hasil sosialisasi ini nanti akan dikonsultasikan di kabupaten dengan para anggota dewan dan setelah itu disampaikan ke pusat. Sosialisasi ini untuk mengecek kebenaran aspirasi masyarakat dan melihat lebih jauh bahwa ini memang layak untuk pemekaran,” jelas Puji Sertono.

Lebih lanjut Puji Sertono mengatakan bahwa pihaknya bakal menggandeng Universitas Lampung (Unila) untuk mengkaji lebih dalam tentang kelayakan serta memaksimalkan sarat-sarat kelengkapan yang belum terpenuhi guna terbentuknya kabupaten baru.

Anggota Fraksi PAN DPRD Lampung Selatan, Baiquni Aka Sanjaya, ST., MT mengatakan bahwa pihaknya pernah mempertanyakan kepada Ketua DPRD Lampung Selatan terkait rencana pemekaran, dan menurut beliau saat itu bahwa rencana pemekaran telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca Juga :  MTM Lampung Adukan Dugaan Proyek Pembangunan Rusun Unila Bermasalah ke Kejari

“Sudah tertuang dalam RJMD tapi belum resmi hanya tahapan proses dan agar secara regulasi sah maka kita bentuk Tim dan sekarang bergerak melakukan sosialisasi yang nantinya akan kita bawa dalam sidang Paripurna mendatang,” jelas Baiquni.

Menurut Baiquni bahwa pemekaran ini sudah layak dilakukan kalau ditinjau dari sudut suplay dan demand ditambah aktivitas Pasar Jatimulyo berjalan 24 jam maka dirasa potensi pendapatannya cukup memungkinkan. (syarif)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.