Tolak Gugatan Pemohon, Majelis Diamankan Resmob, Ike Edwin: Terlalu Berlebihan

  • Whatsapp

BANDAR LAMPUNG – Sesuai membacakan sidang putusan penolakan atas gugatan yang dilayangkan pemohon sengketa Verifikasi Faktual pasangan Ike Edwin dan Zam Zanariah Bakal Calon jalur Perseorangan, tim majelis Musyawarah Penyelesaian Sengketa bergegas meninggalkan ruang persidangan. Sabtu (12/09/2020)

Dalam pantauan Haluanlampung.com, terlihat ke 5 orang majelis yakni, Chandrawansah (Ketua), Yusni Ilham (Anggota), Yahnu Wiyono (Anggota), M. Asep Setiawan (Anggota) dan Gustiawan (Anggota) kaluar ruang persidangan dan dikawal aparat kepolisian meninggalkan lokasi mengenakan mobil Barakuda milik kepolisian setempat.

Sementara itu, pemohon (Ike Edwin) menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh majelis sangat tidak terpuji, meninggalkan ruang persidangan begitu saja padahal pihaknya masih ingin menyampaikan pendapat terkait pembacaan hasil persidangan tersebut.

Baca Juga :  Pjs. Bupati Pesisir Barat Monitoring Kinerja dan Pelayanan OPD

“Kami masih belum puas dengan hasil ini, dari pembacaan hasil putusan, kami melihat terdapat kejanggalan, maka kami ingin mengajukan gugatan,” Ungkap Dang Ike dikantor Bawaslu Kota Bandarlampung.

Sementara itu, saat pihak kuasa hukum Ike Edwin hendak mengajukan permohonan atas hasil sidang putusan yang terkesan mengabaikan permintaan pemohon yakni pihak klien nya, tiba-tiba Bintara, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Bandarlampung itu juga bergegas menuju mobil Resmob ikut meninggalkan lokasi.

“Saya minta Sekretariat kembali ke lokasi, kami hendak mengajukan permohonan melihat data pengajuan yang masuk, yang menurut kami terdapat kejanggalan,” Kata Dewi kuasa hukum Ike Edwin.

Terkait langkah apa yang akan diambil oleh pihak Ike Edwin dan Zam Zanariah, kuasa hukum pemohon itu mengatakan akan mengkaji dan musyawarah terlebih dahulu.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Instruksikan Pimpinan Tinggi Pratama Jauhi Narkoba

“Kita akan bahas nanti, kepada kawan-kawan media mohon bantuan nya, kejanggalan ini harus terungkap, kami dizhalimi,” Ujarnya kepada awak media diruang sidang Musyawarah Penyelesaian Sengketa, Sekretariat Bawaslu Kota Bandarlampung.

Sementara itu, Ike Edwin dihadapan para aparat kepolisian gabungan Polisi Resort Kota dan Daerah Lampung, mengungkapkan rasa kekecewaan nya dengan apa yang dilakukan aparat keamanan yang membawa pergi para majelis pergi meninggalkan lokasi dengan mengenakan mobil Resmob dan Barakuda milik kepolisian setempat.

“Saya ini mantan Kapolda terbaik, tidak mungkinlah mau aneh-aneh, saya cuma minta keadilan, kalian ini kan mantan anak buah saya semua, saya ini bekas pimpinan kalian, bantulah saya dalam segi hukum, saya punya hak untuk meminta perlindungan hukum selaku sipil, saya ini ingin ibadah tapi malah dizhalimi,” Ungkapnya dihadapan para puluhan anggota kepolisian yang berjaga. (RF/Red)

Facebook Comments