Tindak Lanjut Kungker Gubernur Lampung, Dinas Perkebunan Lakukan Pembinaan Petani Lada di Lampung Timur

  • Whatsapp

Lampung Timur – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra, bersama Kepala Bidang Kelembagaan dan Penyuluhan melakukan pembinaan petani lada Kabupaten Lampung Timur, Kamis (4/3/21).

Kunjungan diawali pertemuan dengan Bupati di Kantor Bupati Lampung Timur, Chrisna Putra menjelaskan berbagai program Dinas Perkebunan untuk pengembangan lada yang ada di wilayah Lampung Timur. Selanjutnya rombongan Dinas Perkebunan bersama dengan tim dari Pemerintah Kabupaten menuju lokasi Pengembangan Lada di Desa Sukadana Baru Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur.

Pada pertemuan tersebut hadir Kepala Desa, penyuluh, dan Ketua Gapoktan dari beberapa perwakilan anggota kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terdiri dari: KT. Handayani, KT. Tirta Mandala, KT. Sentosa, KT. Langgeng Jaya, KT. Sido Rukun, KT. Taman Sari Makmur, KT. Jaya Lestari, Kelompok Wanita Tani (KWT) Rahayu dan KWT. Teratai.

Baca Juga :  Satlantas Polres Mesuji Bersama Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Lakukan Safety Riding

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja (Kungker) Gubernur Lampung meninjau kebun lada di Kecamatan Marga Tiga beberapa waktu yang lalu. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa, pengembangan lada di Desa Sukadana Baru Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur merupakan wilayah yang komoditinya di jadikan sebagai Pilot Project Program Kartu Petani Berjaya (KPB). Melalui Program KPB diharapkan anggota kelompok tani mendapatkan akses kemudahan dalam usaha taninya. Berbagai manfaat dan tujuan dari KPB juga disosialisasikan kepada kelompok yang hadir.

Dalam Pengembangan Pengolahan Hasil Lada Hitam yang sudah dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani di wilayah tersebut, perlu juga ditingkatkan unit pengolahan hasil yang saat ini masih bersifat tradisional dan sederhana sehingga dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Alat Berat DPUPR Mesuji Disewakan ke Swasta

Disamping itu pula, perizinan untuk Usaha Rumah Tangga (IRT) menjadi masalah lain bagi KWT dimana kelompok sudah mulai memasarkan lada dalam kemasan bubuk, kemasan lada hitam dan kemasan kopi lada yg merupakan minuman khas kopi rasa lada.

Selain itu juga para petani berharap adanya perhatian pemerintah untuk akses pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang lebih kurang 4 km, dimana jalan ini merupakan jalan penghubung 3 desa yang dapat menumbuhkan perekonomian kelompok yang memiliki luas tanaman lada sekitar 632 Ha.

Setelah meninjau lokasi pengembangan lada, Kadis Perkebunan beserta rombongan melanjutkan kunjungan menuju Puncak Pawiki. Lokasi ini merupakan lokasi wisata yang letaknya tidak jauh dari lokasi kebun lada yang juga dikelola oleh anggota kelompok. (Rls/Sus)

Facebook Comments