Tiap Tahun Pantai Desa Tasikrejo Mengalami Pengikisan Sejauh 50 Meter

  • Whatsapp
TUNJUKKAN - Kades Tasikrejo menunjukan sabuk pantai di Pantai Tasikrejo yang sudah rusak Setiap Tahun Pantai Tasikrejo Terkikis 50 Meter. Foto: Trisnanto

Pemalang – Dalam setiap tahunnya, Pantai Desa Tasikrejo Kecamatan Ulujami terkena abrasi atau pengikisan sejauh 5O meter ke bagian darat satu sisi sebelah selatan. Hal itu salah satunya disebabkan karena sabuk pantai atau pemecah ombak yang ada sudah rusak.

Kepala Desa Tasikrejo Kecamatan Ulujami Sopiyudin menyatakan, sabuk pantai yang sudah dibangun sekitar 10 tahun silam bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kondisinya sudah rusak, sehingga tidak bisa menahan ombak dan berakibat tergerusnya atau terkikisnya pantai ke daratan sejauh sekitar 50 meter setiap tahunnya. “Kalau perkiraan sudah sekitar 300 meter pantai bertambah ke daratan,” jelasnya kepada Radar Tegal, Selasa (27/4)

Baca Juga :  Asrul Sani Akan Hadiri Musda KAHMI Pemalang,

Sopiyudin mengatakan, dulunya ada bangunan rumah dan tanaman pohon kelapa yang berjajar, namun sekarang tanaman pohon kelapa itu sudah tidak ada, yang ada hanya puing-puing bangunan rumah milik warga yang masih tersisa berikut sumur yang ikut tertutup pasir. “Ya, sudah cukup lama pemecah ombak ini ikut terkikis, sehingga tidak mampu menahan ombak,” kata dia.

Rencananya, lanjut Sopiyudin, pihaknya akan mengajukan bantuan lagi ke Pemprov untuk menambah panjang sabuk pantai tersebut, sebab menurutnya panjang Pantai Tasikrejo sekitar 1,5 km, sedangkan yang sudah dibangun baru 100 meter. Setelah terbangun sepanjang 1,5 km, nantinya sabuk pantai juga akan ditinggikan supaya air tidak masuk ke permukiman saat pasang tiba. “Harapannya abrasi pantai tidak semakin meluas dan permukiman warga aman,” terangnya.

Baca Juga :  Penyerahan Program TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2021 dari Bupati Pemalang kepada Dandim Selaku Dansatgas

Ditambahkan, sabuk pantai atau pemecah ombak yang ada sekarang terbujur memanjang dari timur ke barat sepanjang 100 meter, di sebelah timurnya juga ada memanjang daripada ke selatan. Namun keberadaan sabuk pantai tersebut tidak mampu menahan air pasang sehingga beberapa kali terjadi rob yang berakibat terendamnya ratusan rumah warga. (tris/rd)

Facebook Comments