Tes Urine Dadakan di Polres Way Kanan

Tes Urine Dadakan di Polres Way Kanan

Way Kanan – Diawali Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna, dan diikuti oleh 110 personil Polres, melaksanakan tes urine secara mendadak, dengan menggunakan Rapid Diagnostic Test Merk Standa Reagen enam Parameter, hasilnya dinyatakan negatif, Senin (7/2), di Mapolres setempat.

Menurut keterangan Kapolres AKBP Teddy Rachesna, kegiatan ini, dalam rangka Polri harus bersih kedalam terlebih dahulu baru memberikan pelayanan keluar.
Kegiatan ini merupakan kali pertamanya Teddy Rachesna, sejak serah terima Kapolres Way Kanan dari AKBP Binsar Manurung ke AKBP Teddy Rachesna, beberapa hari lalu.

Selain kegiatan itu, Teddy Rachesna menambhakan,
bahwa sesuai dengan rencana kerja tahun 2022 Polres Way Kanan itu mempunyai visi yaitu terwujudnya Kabupaten Way Kanan aman dan tertib. Sedangkan Misinya yakni tidak terlepas dari tugas pokok Polri sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 dalam pasal 13 dijelaskan bahwa tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Gapoktan Ngeluh, Benih Padi Bantuan Pemerintah tak Layak Guna

“Dari tugas pokok kita ini dijabarkan lagi oleh progam Kapolri yakni PRESISI (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan),” katanya.
Oleh karena itu, jelas Teddy Polri mempunyai slogan prinsip kinerja 3A PRESISI Polres Way Kanan program baru ini bukan tandingan progam PRESISI Kapolri merupakan tindak lanjut dari program PRESISI itu sendiri.

Dimana 3A PRESISI yakni Akurat (analisa atau deteksi potensi gangguan), Amanah (bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab) dan Akuntabel (keterbukaan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat).
“Prinsip kinerja 3A ini tidak hanya sekadar jargon. Namun, harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas hal itu disampaikan Kapolres Way Kanan,” imbuhnya.
Terkait dalam rangka mengatasi penyebaran Covid -19 di Way Kanan, langkah kedepan Polres Way Kanan mempunyai strategi pertama strategi hulu atau preventif (pencegah) yang akan dilakukan secara dua metode yakni peningkat giat tracing (penelusuran kontak erat) dan testing (pemeriksaan dini) jika ada yang terpapar akan ditelusuri sampai tingkat keluarga.Metode kedua dilakukan penegakan Prokes melalui Patroli KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan) di titik keramaian akan dilakukan secara setiap hari.

Baca Juga :  Laporan Dugaan Pemotongan Dana PIP, Komis IV DPRD Way Kanan Gelar Hearing

“program yang dibuat serta inovasi yang dilakukan bisa berjalan secara sinergi, tanpa adanya bantuan dan partisipasi masyarakat, Forkompimda, stake holder dan rekan – rekan media Polisi tidak dapat berbuat banyak, makanya sangat dibutuhkan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik,” tegas Teddy Rachesna. (*)

Pos terkait