Terkait Polemik Perselingkuhan Wali Kota, JPKP Nilai LAM Tanjungpinang Tidak Netral

  • Whatsapp
Foto diduga Wali Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, – Aliansi Pejuang Marwah Kota Tanjungpinang Menyayangkan sikap dan balasan yang tidak profesional oleh Ketua LAM (Lembaga Adat Melayu) Kota Tanjungpinang.

Adi salah satu pejuang marwah yang menduduki sebagai Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) menyayangi sikap dan balasan yang di ambil secara sigap balasan Ketua LAM (Lembaga Adat Melayu) Kota Tanjungpinang yaitu hanya membalas dengan percakapan Whatsapp kepada salah satu pengurus kami di ‘Pejuang Marwah’ dengan menolak secara halus surat Audensi yang di layangkan dari berbagai elemen masyarakat yang terbentuk dalam Aliansi Pejuang Marwah Kota Tanjungpinang.

Menurutnya, LAM (Lembaga Adat Melayu) Kota Tanjungpinang saat ini sedang tidak netral terkait dugaan Skandal Walikota Tanjungpinang. Ini bukan Kasus ataupun masalah yang sepele. Ini menyangkut Marwah dan Adat Istiadat Negeri Melayu.

Baca Juga :  Usai Rahma dikritik, Endang Abdullah Langsung Cari Solusi Berantas Kemiskinan di Tanjungpinang

“Kenapa LAM (Lembaga Adat Melayu) Kota Tanjungpinang sepertinya ‘Mandul’ atau tidak Netral terhadap Kasus yang sangat sakral sekali. Ini sangat besar dampaknya. Kami hanya meminta ketua LAM agar bisa Ikut serta angkat bicara dan menduduki Walikota ‘Rahma’ agar bisa mengklarifikasi bahwa foto Dugaan Skandal tersebut Benar atau Salah, hanya itu saja tidak lebih,”

“Tetapi, Kenapa seolah olah LAM (Lembaga Adat Melayu) hingga detik ini tidak ada sikap yang profesional terhadap Masyarakat Kota Tanjungpinang,”

“Tolong Tunjukkan sikap Profesional sebagai Ketua LAM (Lembaga Adat Melayu) Kota Tanjungpinang. Jangan seperti ini, Karena ini menyangkut Marwah Kota Gurindam Kita. Kita ini ibu Kota Provinsi, Tolong Tunjukin Sikap Netral LAM (Lembaga Adat Melayu) Jangan lemau seperti Kerupuk yang terkena air,” ujarnya. (***)

Facebook Comments