Terkait Buruknya Pembangunan Sekolah di Pringsewu, Kadis Pendidikan Akan Lakukan Pengecekan

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu, Hipni

PRINGSEWU – Terkait dugaan buruknya pembagunan proyek rehab tahun 2021 dari Dana alokasi khusus (DAK), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu, Hipni mengaku akan melakukan pengecekan juga pemeriksaan ,bila ada yang bekerja asal asalan berkaitan dengan pelaksanan sudah ada konsultannya.

“Untuk tahap ini ,pekerjaan proyek rehab di sekolah-sekolah SD-SMP ,baru selesai 70persen yang sudah di Provinsial Hand Over (PHO) kurang lebih 30persen yang belum selesai ,kalau ada dugaan dalam pelaksanaan pekerjaan ,ada yang kurang berkwalitas atau asal asalan ,nanti ada bagian pengawasan ,bagian pemeriksa baik dari BPK, Inspektorat provinsi juga Inspektorat kabupaten,”  tepis Hipni, saat di temui di ruang kerjanya Rabu (22/12/2021).

Baca Juga :  Polres Pringsewu Tandatangan Perjanjian Kinerja dan Pakta integritas 2022

“Saya tidak terlalu paham mengenai SOP,proyek bangunan yang bagus yang kurang berkwalitas, ataupun pekerjaannya yang asal asalan, karena sudah ada konsultan yang lebih paham di bidang tersebut, namun nanti setelah selesai pengerjaan akan ada pengecekan dilapangan oleh dinas pendidikan,” ucapnya.

Sementara, di singgung terkait sistem lelang yang diduga ada pengondisian, Hipni mengaku, kalau dirinya tidak pernah melakukan pengondisian, gak tau kalau orang lain ,dirinya tidak tau?
Sistem lelang dilakukan sesuai dengan aturan yang sudah di terapkan oleh bagian pengadaan barang dan jasa. Ungkapnya.

“Siapapun di persilahkan mengikuti lelang sesuai dengan aturan, saya berani mengucap seperti ini karena saya pribadi tidak pernah melakukan pengondisian apapun tetapi untuk teman-teman yang lain saya tidak tahu,” Jelasnya.

Baca Juga :  Gapensi Pringsewu Gelar Muscab ke-III, Ini Agendanya

Saat diklarifikasi jumlah dana yang dikucurkan di tahun 2021 mengatakan, terdapat 30 SD yang mendapatkan DAK untuk melakukan rehab, dengan total anggaran kurang lebih 21 Milyar Rupiah. Sedangkan untuk SMP saya tidak ingat berapa anggaran .

“Untuk SD hanya 30 sekolah dan SMP ada 4 sekolah, sementara untuk rincian pengalokasian ada 3 sekolah yang membuat ruang guru, sedangkan yang lainnya saya lupa,” Papar Hipni.

Kemudian, berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan sudah ada konsultan untuk mengawasi seluruh kegiatan pembangunan, termasuk teknisi pengerjaan fisik.

“Saya tidak terlalu paham mengenai SOP, proyek bangunan yang bagus yang kurang berkwalitas, ataupun pekerjaannya yang asal asalan ,karena sudah ada konsultan yang lebih paham di bidang tersebut, namun nanti setelah selesai pengerjaan akan ada pengecekan dilapangan oleh dinas pendidikan,” katanya.

Baca Juga :  358 Personil Polres Pringsewu di Vaksin Booster

Ia berjanji akan melakukan pengecekan dengan adanya laporan dari teman-teman media soal pembangunan yang di anggap tidak sesuai dan terkesan asal-asalan.

“Apabila benar adanya yang di katakan rekan-rekan ini kedepannya akan menjadi evaluasi bersama untuk mengembalikan pengerjaan rehab sekolah dengan swakelola tidak menggunakan jasa pihak ke 3 kembali,” pungkasnya. (tim)

Pos terkait