Tempat Pelayan Kesehatan Sementara di Pacarejo Memprihatinkan

  • Whatsapp
Tempat Pelayan Kesehatan Sementara di Pacarejo Memprihatinkan

GUNUNGKIDUL – Dampak pembangunan gedung Puskesmas Semanu II yang saat ini belum selesai dikerjakan menjadikan pihak Puskesmas tersebut memindahkan sementara agar tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan pelayan kesehatan. Selanjutnya pihak puskesmas memindah pelayanan sementara di rumah warga di sebelah baratnya.

Tempat pelayanan atau sarana dan prasaranan puskesmas sementara tentunya harus mempertimbangkan kelaikan ruang pelayanan dan fasilitas lain.

melalui awak media melakukan penelusuran terkait keberadaan tempat pelayanan kesehatan sementara di padukuhan Srepeng kalurahan Pacarejo kapanewon Semanu. Setelah adanya informasi masyarakat yang menyebutkan jika Puskesmas darurat tersebut bisa dikatakan jauh dari kata laik.

Sebelumnya SMJ salah seorang warga Kalurahan Pacarejo kapanewon Semanu menceritakan tentang keadaan tempat pelayanan kesehatan yang menempati salah satu rumah warga Padukuhan Serpeng Kidul, dirinya mengetahui perihal situasi dan kondisi serta pelayanan medis yang menempati rumah warga dengan ruang tunggu tenda darurat di area lingkup terbuka.

“Saya pernah periksa kesehatan di puskesmas tersebut, pada hari senin Kliwon saat itu saya melihat untuk tempat duduk tunggu masih kurang sehingga pada saat periksa pasien banyak yang berdiri terutama imunisasi dan pelayanan ibu hamil, dijelaskan pula tempat duduk berkarat sehingga membahayakan bagi pengujung layanan kesehatan sehingga fasilitas kesehatan kurang layak dan lantai terbuat dari tegel giring, untuk pelayanan sudah cukup baik,” katanya.

Baca Juga :  HUT ke 73 RSUD Wonosari, Bupati Gunungkidul Resmikan Gedung Persalinan

Berdasarkan penelusuran dari media Warta jogja.co.id tanggal 30 November 2021 tentang dampak pembangunan gedung Puskesmas Semanu II memindah pelayanan sementara di rumah warga di sebelah baratnya.

Tempat pelayanan sementara tentunya harus mempertimbangkan kelaikan ruang pelayanan hingga penempatan limbah medis yang dihasilkan setelah melaksanakan pemeriksaan terhadap pasien, diantaranya jarum suntik bekas, botol bekas obat, limbah cair yang dihasilkan tentunya dikemas dan ditempatkan pada ruang khusus yang tidak terjangkau oleh aktivitas masyarakat sekitar.

melalui awak media melakukan penelusuran terkait keberadaan tempat pelyanan kesehatan sementara di padukuhan Srepeng kalurahan Pacarejo kapanewon Semanu. Setelah adanya informasi masyarakat yang menyebutkan jika Puskesmas darurat tersebut bisa dikatakan jauh dari kata laik.

Baca Juga :  HUT ke 73 RSUD Wonosari, Bupati Gunungkidul Resmikan Gedung Persalinan

Sebelumnya YD salah seorang warga kapanewon Semanu menceritakan pemandangan yang tidak mengenakkan dengan keberadaan pelayanan yang menempati salah satu rumah warga Padukuhan Serpeng Kidul, dirinya mengetahui perihal penempatan limbah medis yang terkesan dibiarkan begitu saja di area lingkup terbuka.

“Awalnya saya mengantarkan ibu saya untuk periksa kesehatan di puskesmas tersebut, namun saya kaget melihat cara pembuangan limbah medisnya,” jelas HR, Kamis 18 November 2021.

Lebih rinci HR menceritakan jika ruang pemeriksaan terlihat kumuh serta jauh dari kata nyaman untuk kondisi saat ini, belum lagi sampah medis bekas swab dibuang di tempat sampah dengan keadaan terbuka yang terletak di dalam ruang pemeriksaan.

” Harusnya pihak puskesmas lebih memperhatikan limbah yang dihasilkan dari aktivitas medis ini, apalagi masih dalam suasana pandemi seperti sekarang, akan sangat berbahaya jika limbah yang diduga infeksius dari jarum suntik bekas dan alat swab ini untuk masyarakat sekitar,” keluhnya.

Baca Juga :  HUT ke 73 RSUD Wonosari, Bupati Gunungkidul Resmikan Gedung Persalinan

Ditempat terpisah, Kepala UPT Puskesmas Semanu II, Hery Sudaryanto, S.Kep., MM saat dikonfirmasi Media WartaJogja.co.id Senin ( 29/11/2021 ) menyebutkan bahwa informasi tersebut tidak benar jika pihaknya tidak memperhatikan dampak penampungan limbah medis di lingkup puskesmas darurat yang berada di tengah pemukiman masyarakat tersebut. Dirinya berdalih bahwa mekanismenya sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku.

” Pada intinya informasi tersebut tidak benar, dan kami sudah membersihkan limbah yang dimaksud, saya sibuk jadi tidak bisa menanggapi hal seperti ini,” dalihnya melalui sambungan telepon Whatsapp.

Sangat disayangkan jika hal ini diterapkan terhadap fasilitas kesehatan salah satunya adalah Puskesmas, disamping berdampak kepada masyarakat secara langsung, tentunya ini bertentangan dengan Undang-undang No 40 ayat (1) tentang pengelolaan sampah serta Undang-undang No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan sanksi pidana dan denda jika indikasi tersebut benar dan terdapat unsur kelalaian atau dengan sengaja tidak dilakukan pengelolaan limbah medis sesuai prosedur. (Mungkas)

Pos terkait